Acara KAMI di Surabaya Dihadang, Pengamat: Jangan Merasa Jagoan
Senin, 28 September 2020 - 16:41 WIB
loading...
Massa menduduki Gedung Juang 45 Surabaya lalu mengusir peserta acara silaturahmi KAMI yang datang. Foto: SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Kegiatan siturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya ternyata dihadang massa berjumlah ratusan orang. Massa langsung mencap KAMI sebagai gerakan makar serta pengkhianat bangsa dan negara.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut penghadangan terhadap KAMI tersebut dinilai terlampau berlebihan. "Menurut saya berlebihan sampai menghadang gitu-gitu," ujar Adi kepada SINDOnews, Senin (28/9/2020).
(Baca juga : Racuni 25 Siswa, Guru TK Divonis Hukuman Mati )
Adi menegaskan, semua pihak termasuk KAMI memiliki hak yang sama untuk berekspresi, apalagi bersilahturahmi.
"Kalau hadang menghadang itu, satu ya terkesan jagoan, terkesan hanya dia yang punya Surabaya ini negara demokrasi jadi siapapun boleh berekspresi kecuali memang KAMI ini inskonstitusional, gerakan-gerakan yang berbahaya kemudian baru layak (dihadang)," tegasnya.
(Baca: KAMI Didemo, Gatot: Barangkali Mereka Butuh Uang untuk Keluarganya)
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut penghadangan terhadap KAMI tersebut dinilai terlampau berlebihan. "Menurut saya berlebihan sampai menghadang gitu-gitu," ujar Adi kepada SINDOnews, Senin (28/9/2020).
(Baca juga : Racuni 25 Siswa, Guru TK Divonis Hukuman Mati )
Adi menegaskan, semua pihak termasuk KAMI memiliki hak yang sama untuk berekspresi, apalagi bersilahturahmi.
"Kalau hadang menghadang itu, satu ya terkesan jagoan, terkesan hanya dia yang punya Surabaya ini negara demokrasi jadi siapapun boleh berekspresi kecuali memang KAMI ini inskonstitusional, gerakan-gerakan yang berbahaya kemudian baru layak (dihadang)," tegasnya.
(Baca: KAMI Didemo, Gatot: Barangkali Mereka Butuh Uang untuk Keluarganya)
Lihat Juga :