Pandemi Corona, PKS Nilai Biosecurity Indonesia Lemah

loading...
Pandemi Corona, PKS Nilai Biosecurity Indonesia Lemah
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai, bahwa penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) yang amburadul menjadi bukti biosecurity Indonesia lemah. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai, penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) yang amburadul menjadi bukti biosecurity Indonesia lemah. Untuk itu, politikus PKS, Sukamta, mengajak semua elemen bangsa bersatu.

(Baca juga: Gatot Ungkap Kebangkitan Komunis, Pengamat: Terlalu Dibesar-besarkan)

Ada beberapa alasan kenapa Sukamta menyebutkan Indonesia lemah dalam biosecurity. Pertama, Indonesia belum memasukkan biosecurity dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

(Baca juga: Bertambah 3.874 Kasus, Berikut Sebaran Penambahan Covid-19 di 34 Provinsi)



"Akibatnya tidak ada lembaga khusus yang menangani biosecurity di Indonesia. Ketika Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, China, tidak ada langkah-langkah jelas dalam mencegah masuknya virus tersebut," kata Sukamta dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (28/9/2020).

(Baca juga: Waspada, Cuaca Ekstrem Intai Sejumlah Wilayah di Indonesia)

Kedua, berdasarkan Global Health Index nilai Indonesia dalam biosecurity mendapatkan skor 8. Sementara itu, nilai rata-rata biosecurity dunia sebesar 16. Menurutnya, angka itu membenarkan beragam kejadian di lapangan ketika pencegahan Corona tidak memiliki pola yang jelas.



Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menerangkan alasan ketiga adalah kesiapsiagaan kondisi darurat kesehatan Indonesia lemah. Itu terlihat, mulai dari lemahnya respon terhadap penyakit atau virus, hingga pelatihan berkala dalam menghadapi kondisi darurat.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top