Pemerintah Percepat Insentif Nakes Covid-19
Senin, 28 September 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Kadir menjabarkan, dari total tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19, sebanyak 16.576 terdiri atas 2.582 tenaga relawan kesehatan, 7.487 Nusantara Sehat Tim dan Individu, dan 6.507 di antaranya merupakan internship. Seluruhnya tersebar di RS Covid-19, laboratorium, puskesmas, dan sarana kesehatan lainnya.
Sebelumnya, kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam penanganan pandemi Covid-19 mendapat sorotan bahkan dinilai negatif oleh sebagian besar masyarakat. Karena itu, Komisi IX DPR mendorong agar Kemenkes menjadi leading sector dalam penanganan pandemi Covid-19.
“Karena bencana yang sedang dihadapi adalah bencana kesehatan,” kata Kurniasih Mufidayati, anggota Komisi X DPR, saat dihubungi SINDO Media, Sabtu (26/9/2020).
Menurut Mufida, banyak hal yang harus diperbaiki oleh Kemenkes dalam penanganan pandemi ini, di antaranya 3T yakni testing, tracing, dan treatment sebagai kunci pencegahan penularan Covid-19, yang mana masih banyak kelemahan-kelemahan.
Untuk treatment, Mufida menemukan banyak fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang mulai penuh kapasitasnya. Tenaga kesehatan dan tenaga medis juga sudah overload dalam menangani pasien. Bahkan, banyak juga nakes yang gugur akibat terpapar Covid-19.
“Standar layanan fasyankes belum sama dalam penanganan pasien Covid-19, obat belum ada, alat kesehatan, APD (alat pelindung diri), obat dan nutrisi perlu ditingkatkan lagi,” tambah Mufida.
Sebelumnya, kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam penanganan pandemi Covid-19 mendapat sorotan bahkan dinilai negatif oleh sebagian besar masyarakat. Karena itu, Komisi IX DPR mendorong agar Kemenkes menjadi leading sector dalam penanganan pandemi Covid-19.
“Karena bencana yang sedang dihadapi adalah bencana kesehatan,” kata Kurniasih Mufidayati, anggota Komisi X DPR, saat dihubungi SINDO Media, Sabtu (26/9/2020).
Menurut Mufida, banyak hal yang harus diperbaiki oleh Kemenkes dalam penanganan pandemi ini, di antaranya 3T yakni testing, tracing, dan treatment sebagai kunci pencegahan penularan Covid-19, yang mana masih banyak kelemahan-kelemahan.
Untuk treatment, Mufida menemukan banyak fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang mulai penuh kapasitasnya. Tenaga kesehatan dan tenaga medis juga sudah overload dalam menangani pasien. Bahkan, banyak juga nakes yang gugur akibat terpapar Covid-19.
“Standar layanan fasyankes belum sama dalam penanganan pasien Covid-19, obat belum ada, alat kesehatan, APD (alat pelindung diri), obat dan nutrisi perlu ditingkatkan lagi,” tambah Mufida.
Lihat Juga :