Jadi Saksi Kebakaran, Cleaning Service Kejagung Diperiksa Lie Detector

Kamis, 24 September 2020 - 17:43 WIB
loading...
Jadi Saksi Kebakaran,...
Petugas kebersihan Kejagung yang memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama diperiksa dengan lie detector atau pendeteksi kebohongan. FOTO/DOK.SINDOnews/ISRA TRIANSYAH
A A A
JAKARTA - Jaksa Agung Muda Tindak Pindana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana membeberkan perkembangan pengungkapan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada akhir Agustus 2020 lalu.

Pihaknya sudah mengerahkan 131 saksi untuk dikulik keterangannya di Mabes Polri, termasuk salah satu saksi yakni petugas kebersihan Kejagung yang memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama juga diperiksa dengan lie detector atau pendeteksi kebohongan.

"Kami mengerahkan saksi-saksi yang diperlukan penyelidik ketika itu untuk mengungkap adanya peristiwa pidana di situ. Sampai selesainya penyelidikan ini, 131 saksi kami kerahkan seluruhnya siapa pun yang diminta penyelidik Mabes Polri kami izinkan dan kami dukung bahkan kami dampingi di sana, sampai cleaning service kami dampingi supaya yang bersangkutan memberikan keterangan yang terang dan jujur," kata Fadil secara virtual dalam Rapat Kerja Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2020). (Baca juga: ST Burhanuddin Komitmen Tindak Tegas Oknum Terlibat Kebakaran Gedung Kejagung )

Fadil menjelaskan, Mabes Polri sejak pembentukan posko sampai gelar pekara di Mabes Polri, pihaknya meminta untuk diungkap siapa pelaku tindak pidana ini, baik itu sengaja atau akibat kealpaan. Dan dari gelar perkara itu, penyelidik menyampaikan bahwa ada bukti permulaan yang cukup sehingga dinaikan ke penyidikan.

"Dan kami memahami dan kami menyetujui langkah penyidik itu bahkan kami apreasiasi karena kami tunggu juga siapa pelaku tindak pidana ini," ujarnya.

Terkait saksi cleaning service Kejagung, Fadil mengungkap bahwa petugas itu bernama Joko, dan Joko ini memang beberapa kali diperiksa bahkan juga diperiksa dengan menggunakan lie detector supaya terungkap apa sesungguhnya diketahui dan dilakukan yang bersangkutan.

Proses penyidikan dan SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) baru diterima pada 18 September 2020. Proses penyidikan ini berjalan dengan tidak terlepas dari koordinasi dari tim penuntut, calon jaksa peneliti atau jaksa pentuntut umum yang mana, berlaku jaksa yang duduk di posko bersama Polri itu. (Baca juga: Jaksa Agung Jelaskan Kebakaran Gedung Kejagung ke Komisi III DPR )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
Rekomendasi
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Berita Terkini
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved