Mapel Sejarah untuk Penguatan Karakter Anak Bangsa

Kamis, 24 September 2020 - 07:58 WIB
loading...
Mapel Sejarah untuk...
Foto/ist
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menilai mata pelajaran (mapel) sejarah justru harus diperkuat, bukan malah dihilangkan. Sebab mata pelajaran sejarah mengandung banyak inspirasi untuk penguatan karakter anak bangsa.

“Hemat saya, selain agama dan kewarganegaraan, mapel sejarah adalah salah satu pilar pendidikan karakter di sekolah. Dengan mempelajari sejarah perjalanan bangsa beserta tokoh-tokohnya, maka langsung menyerap berbagai nilai, mulai dari religiusitas, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, bahkan demokrasi,” ujar Anggota DPD RI Fahira Idris dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (24/9/2020).

Sebelumnya beredar kabar mapel sejarah akan dihapus dari kurikulum. Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan tidak ada kebijakan dan rencana untuk menghilangkan mapel sejarah. Fahira bersyukur Nadiem telah memberikan jaminan dan kepastian bahwa mapel sejarah tetap menjadi pelajaran wajib. Dia mengusulkan mapel sejarah diarahkan untuk penguatan karakter peserta didik.

(Baca: Kemendikbud akan Sederhanakan Pelajaran Sejarah, Ini Masukan dari KPAI)

Senator asal DKI Jakarta menerangkan pendidikan sejarah memberikan nilai-nilai dari peristiwa yang terjadi. Juga teladan dari para tokoh pejuang dan pendiri bangsa. Mapel sejarah paling efektif dijadikan medium untuk mengenalkan jati diri bangsa kepada peserta didik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Kasus Chromebook Dinilai...
Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Sebut Nadiem Makarim Dikriminalisasi
Respons Pleidoi Nadiem,...
Respons Pleidoi Nadiem, Jaksa: Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan
Bacakan Pleidoi, Nadiem:...
Bacakan Pleidoi, Nadiem: Proyek Chrome Hemat Negara Rp3,9 Triliun, Bukan Merugikan
Nadiem Bacakan Pledoi:...
Nadiem Bacakan Pledoi: Usai Terima Bintang Mahaputra Adipradana Dihadiahi Jeruji Besi
Ruang Sidang Sempat...
Ruang Sidang Sempat Gelap Gulita saat Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Jejak Pendidikan Nadiem...
Jejak Pendidikan Nadiem Makarim, Eks Menteri Lulusan Harvard yang Dituntut 18 Tahun Penjara
Hari Buruh 2026, Fahira...
Hari Buruh 2026, Fahira Idris Sampaikan 5 Tantangan ke Depan
Rekomendasi
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved