Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:37 WIB
loading...
Mengoptimalkan Potensi...
Keberlanjutan energi merupakan salah satu isu paling krusial bagi Indonesia. Kelapa sawit bisa menjadi solusi yang sangat potensial karena memiliki pasokan melimpah di Tanah Air. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Keberlanjutan energi merupakan salah satu isu paling krusial bagi Indonesia. Di tengah tantangan tersebut, kelapa sawit bisa menjadi solusi yang sangat potensial karena memiliki pasokan melimpah di Tanah Air.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) M Hadi Nainggolan mengatakan seluruh bagian tanaman kelapa sawit memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam pengembangan bioenergi. Dia mencontohkan pemanfaatan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku biodiesel.

Kemudian biomassa kelapa sawit seperti tandan kosong, cangkang, hingga batang sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Tercatat, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektare dengan potensi produksi biomassa mencapai sekitar 272 juta ton per tahun.

“Jadi, kelapa sawit kita ini bisa menjadi pilar untuk kekuatan energi nasional. Indonesia bisa menjadi negara nomor satu di dunia yang menghasilkan energi berbasis kekayaan hayati,” katanya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Hadi mengingatkan pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Selain didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah, pemanfaatan kelapa sawit didukung oleh aspek keberlanjutan karena tanaman tersebut dapat diperbaharui (renewable energy) dengan produksi sepanjang tahun yang relatif stabil.

Saat ini biomassa kelapa sawit telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada sejumlah pembangkit listrik di Indonesia. Ketersediaan pasokan yang berlimpah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pemanfaatan biomassa kelapa sawit sebagai sumber energi di sejumlah pembangkit listrik tersebut.

“Kata kuncinya adalah kelapa sawit ini akan menjadi sumber kekuatan energi hayati dengan didukung oleh 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Salah satu upaya pengoptimalan potensi kelapa sawit dalam pengembangan bioenergi dilakukan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui program Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai). Program tersebut mendorong lahirnya berbagai riset dan inovasi yang memberikan nilai tambah termasuk di bidang energi terbarukan.

Melalui Perisai, BPDP telah menghasilkan inovasi di bidang bioenergi yang meningkatkan daya saing industri kelapa sawit nasional. Inovasi bioenergi menunjukkan bahwa kelapa sawit memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi masa depan yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu meningkatkan nilai tambah bagi komoditas sawit nasional.

Hadi menambahkan pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit tersebut akan memberi dampak positif terhadap negara Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil, mengurangi emisi gas rumah kaca dan memitigasi pemanasan global, hingga memperbaiki neraca perdagangan minyak dan gas nasional.

Hal senada disampaikan Founder dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Tungkot Sipayung yang mengatakan pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit akan memberikan berbagai dampak positif baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tungkot menjelaskan diversifikasi pemanfaatan kelapa sawit menjadi bioenergi akan memperluas pasar tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan petani. Dengan demikian, petani sawit tidak lagi bergantung pada permintaan industri minyak goreng.

Bahkan, jika saat ini pasar bioenergi berbasis kelapa sawit di Indonesia telah melampaui pasar minyak goreng. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap stabilitas harga TBS di tingkat petani sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka.

Tungkot menilai pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit juga merupakan bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change).

Menurut dia, tanaman kelapa sawit mampu menyerap karbon dari atmosfer melalui proses fotosintesis sehingga berkontribusi terhadap penurunan konsentrasi emisi karbon. Kemudian bioenergi sawit mampu menggantikan energi fosil yang merupakan penyumbang emisi terbesar di dunia sehingga secara keseluruhan akan mampu mengurangi emisi global secara drastis.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Mendorong Kebijakan...
Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Rekomendasi
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Berita Terkini
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
KPK Tegaskan Tidak Ada...
KPK Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa terhadap Febrie Adriansyah
Pakar Hukum: Kemiskinan...
Pakar Hukum: Kemiskinan Bukan Alasan Pembenaran Lakukan Kejahatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved