1.404 Orang Lulus IPDN, Tito Dorong Lulusan Ciptakan Kebijakan Berlandaskan Pengetahuan
Senin, 27 Juli 2026 - 21:14 WIB
loading...
IPDN kembali menambah sumber daya aparatur pemerintahan dengan mewisuda 1.404 lulusan pada Tahun Akademik 2025/2026. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali menambah sumber daya aparatur pemerintahan dengan mewisuda 1.404 lulusan pada Tahun Akademik 2025/2026. Para lulusan ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya kebijakan publik yang berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kualitas tata kelola birokrasi di Indonesia.
Prosesi wisuda digelar dalam Sidang Senat Terbuka IPDN di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor. Acara tersebut dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang memberikan arahan kepada para wisudawan dari Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan, serta Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.
Baca juga: Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Sebanyak 1.404 lulusan yang diwisuda ini terdiri atas 45 lulusan Program Doktor, 73 lulusan Program Magister, 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, dan 1.204 lulusan Program Sarjana Terapan.
Tito mengatakan, kelulusan para praja tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi harapan baru bagi Kementerian Dalam Negeri dan bangsa Indonesia dalam membangun birokrasi yang semakin profesional.
“Kehadiran para pemikir muda bidang kepamongprajaan ini diharapkan menjadi angin segar bagi tata kelola birokrasi nasional yang berbasis pengetahuan, jadi para wisudawan IPDN ini diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan baru yang berbasis pada pengetahuan, yang berlandaskan teori," kata Tito.
Khusus untuk wisudawan Program Sarjana Terapan, Mendagri berharap mereka mampu beradaptasi menerapkan ilmu pemerintahannya sesuai dengan kondisi masyarakat yang sangat variatif. Tito juga mengomentari terkait banyaknya request terhadap lulusan IPDN.
“Banyak kepala daerah yang sudah request lulusan IPDN, karena lulusan IPDN ini bukan hanya belajar akademik, mereka juga belajar kesamaptaan, jasmani, kesehatan, mental ideologi, nasionalisme, integritas, disiplin dan lain-lain. Itu yang membuat mereka banyak diminati. Nanti kita lihat apakah bisa dipenuhi semua, karena saya inginnya mereka belajar dulu di daerah lain di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Dalam laporannya, Rektor IPDN Dr Halilul Khairi menyampaikan lulusan terbaik tahun ini dari Program vokasi Sarjana Terapan, lulusan terbaik diperoleh Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal pendaftaran Nusa Tenggara Timur dengan raihan IPK 3,84. "Dia juga berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata," ucapnya.
Sedangkan 9 orang lainnya dari Program Sarjana Terapan yang masuk menjadi 10 besar lulusan terbaik dan berhak mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja secara berurutan yakni Siti Ifadoh, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur, Mohamad Toriq Anwar S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah, Dwi Ajeng Ayu F.A, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur, dan Febyanti Rachman S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur.
Kemudian, Dwimas Januari Setiawan, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur, Charina Anggie Simbolon S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Kepulauan Riau, I Kadek Bayu Swastika S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Bali, M Ramdhan S.Tr. IP asal pendaftaran provinsi Jawa Barat, serta Agung Mirah Prayoga S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur.
Sedangkan, lulusan terbaik Program Studi Magister Terapan studi Pemerintahan diraih oleh Elliya Nurul Firdaus., S.H., M.Tr.IP dan lulusan terbaik Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan diraih oleh Dr. Iin Mutmainnah., S.Sos., M.Si serta Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan diraih oleh Ridwan Mochamad Ramdhani.
Prosesi wisuda digelar dalam Sidang Senat Terbuka IPDN di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor. Acara tersebut dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang memberikan arahan kepada para wisudawan dari Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Studi Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan, serta Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.
Baca juga: Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Sebanyak 1.404 lulusan yang diwisuda ini terdiri atas 45 lulusan Program Doktor, 73 lulusan Program Magister, 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, dan 1.204 lulusan Program Sarjana Terapan.
Tito mengatakan, kelulusan para praja tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi harapan baru bagi Kementerian Dalam Negeri dan bangsa Indonesia dalam membangun birokrasi yang semakin profesional.
“Kehadiran para pemikir muda bidang kepamongprajaan ini diharapkan menjadi angin segar bagi tata kelola birokrasi nasional yang berbasis pengetahuan, jadi para wisudawan IPDN ini diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan baru yang berbasis pada pengetahuan, yang berlandaskan teori," kata Tito.
Khusus untuk wisudawan Program Sarjana Terapan, Mendagri berharap mereka mampu beradaptasi menerapkan ilmu pemerintahannya sesuai dengan kondisi masyarakat yang sangat variatif. Tito juga mengomentari terkait banyaknya request terhadap lulusan IPDN.
“Banyak kepala daerah yang sudah request lulusan IPDN, karena lulusan IPDN ini bukan hanya belajar akademik, mereka juga belajar kesamaptaan, jasmani, kesehatan, mental ideologi, nasionalisme, integritas, disiplin dan lain-lain. Itu yang membuat mereka banyak diminati. Nanti kita lihat apakah bisa dipenuhi semua, karena saya inginnya mereka belajar dulu di daerah lain di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Dalam laporannya, Rektor IPDN Dr Halilul Khairi menyampaikan lulusan terbaik tahun ini dari Program vokasi Sarjana Terapan, lulusan terbaik diperoleh Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal pendaftaran Nusa Tenggara Timur dengan raihan IPK 3,84. "Dia juga berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata," ucapnya.
Sedangkan 9 orang lainnya dari Program Sarjana Terapan yang masuk menjadi 10 besar lulusan terbaik dan berhak mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja secara berurutan yakni Siti Ifadoh, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur, Mohamad Toriq Anwar S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah, Dwi Ajeng Ayu F.A, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur, dan Febyanti Rachman S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur.
Kemudian, Dwimas Januari Setiawan, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur, Charina Anggie Simbolon S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Kepulauan Riau, I Kadek Bayu Swastika S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Bali, M Ramdhan S.Tr. IP asal pendaftaran provinsi Jawa Barat, serta Agung Mirah Prayoga S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur.
Sedangkan, lulusan terbaik Program Studi Magister Terapan studi Pemerintahan diraih oleh Elliya Nurul Firdaus., S.H., M.Tr.IP dan lulusan terbaik Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan diraih oleh Dr. Iin Mutmainnah., S.Sos., M.Si serta Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan diraih oleh Ridwan Mochamad Ramdhani.
(jon)
Lihat Juga :