Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Rabu, 22 Juli 2026 - 20:53 WIB
loading...
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imipas Hendarsam Marantoko saat berkunjung ke iNews Tower, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) akan menerapkan satu jenis paspor nasional dengan menggunakan bahan polikarbonat. Direktorat Jenderal Imigrasi juga melakukan penyederhanaan layanan dengan menyiapkan sistem satu nomor paspor yang akan melekat pada setiap warga negara seumur hidup.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan (media visit) Ditjen Imigrasi ke iNews Tower pada Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imipas Hendarsam Marantoko . Rombongan disambut langsung oleh Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Pemberitaan iNews Media Group Syafril Nasution beserta jajaran iNews Media Group.
Dalam kesempatan itu, Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa Menteri Imipas Agus Andrianto telah mencanangkan penyederhanaan paspor, baik dari sisi fisik maupun sistem identitas.
Baca Juga: Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
"Pak Menteri Agus Andrianto memang sudah mencanangkan untuk nanti kita menyederhanakan paspor. Jadi satu dari sisi fisik, kita nanti akan ada satu jenis paspor saja bentuknya polikarbonat, jadi kualitasnya lebih bagus dari yang ada pada saat ini," kata Hendarsam.
Selain itu, Ditjen Imigrasi juga menyiapkan konsep single identity untuk paspor. Dengan demikian, setiap warga hanya memiliki satu nomor paspor yang tidak berubah meski melakukan penggantian buku paspor.
![Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup]()
"Kemudian kita ada single identity untuk paspor. Jadi artinya setiap orang punya nomor paspor satu. Jadi setiap dia berganti paspor, buku paspor, nomornya tetap sama, tidak akan berubah seumur hidup. Jadi itu akan memudahkan juga buat imigrasi untuk mendata," ujarnya.
Terkait biaya pembuatan paspor dalam sistem baru tersebut, Hendarsam memastikan hingga saat ini tidak ada kenaikan tarif. "Sampai sejauh ini tidak ada perubahan tentang masalah biaya. Jadi memang amanat dari Pak Presiden Prabowo sendiri dan Pak Menteri Agus juga sudah menyampaikan, kita harus memisahkan bahwa paspor memang konsumsinya untuk rakyat. Jadi kami sangat hati-hati untuk memberikan biaya yang tinggi kepada masyarakat karena kita tidak ingin memberatkan masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, paspor tersebut akan menggunakan bahan polikarbonat yang diproduksi dengan teknologi karya anak bangsa dan diklaim memiliki kualitas lebih baik dengan harga yang lebih kompetitif.
"Harganya jauh lebih murah, jauh lebih berkualitas. Tentunya dengan proses pengadaan yang transparan, harga paling murah, kualitas paling bagus, itu yang kita utamakan," katanya.
Menurutnya, semangat yang diusung Ditjen Imigrasi adalah mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, pemerintah telah memberikan pembebasan biaya paspor bagi pekerja migran Indonesia yang baru pertama kali berangkat ke luar negeri. "Jadi kita tidak akan memberatkan masyarakat kita pada prinsipnya dan spiritnya seperti itu," ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Hendarsam juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis Ditjen Imigrasi di era digital. "Media merupakan partner kami Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memberitakan program-program yang sudah kita jalankan dan amanat yang diberikan oleh Presiden Prabowo. Tentunya dengan jaringan iNews Group ini sangat membantu kami ke depannya," ujar Hendarsam.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan (media visit) Ditjen Imigrasi ke iNews Tower pada Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imipas Hendarsam Marantoko . Rombongan disambut langsung oleh Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Pemberitaan iNews Media Group Syafril Nasution beserta jajaran iNews Media Group.
Dalam kesempatan itu, Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa Menteri Imipas Agus Andrianto telah mencanangkan penyederhanaan paspor, baik dari sisi fisik maupun sistem identitas.
Baca Juga: Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
"Pak Menteri Agus Andrianto memang sudah mencanangkan untuk nanti kita menyederhanakan paspor. Jadi satu dari sisi fisik, kita nanti akan ada satu jenis paspor saja bentuknya polikarbonat, jadi kualitasnya lebih bagus dari yang ada pada saat ini," kata Hendarsam.
Selain itu, Ditjen Imigrasi juga menyiapkan konsep single identity untuk paspor. Dengan demikian, setiap warga hanya memiliki satu nomor paspor yang tidak berubah meski melakukan penggantian buku paspor.

"Kemudian kita ada single identity untuk paspor. Jadi artinya setiap orang punya nomor paspor satu. Jadi setiap dia berganti paspor, buku paspor, nomornya tetap sama, tidak akan berubah seumur hidup. Jadi itu akan memudahkan juga buat imigrasi untuk mendata," ujarnya.
Terkait biaya pembuatan paspor dalam sistem baru tersebut, Hendarsam memastikan hingga saat ini tidak ada kenaikan tarif. "Sampai sejauh ini tidak ada perubahan tentang masalah biaya. Jadi memang amanat dari Pak Presiden Prabowo sendiri dan Pak Menteri Agus juga sudah menyampaikan, kita harus memisahkan bahwa paspor memang konsumsinya untuk rakyat. Jadi kami sangat hati-hati untuk memberikan biaya yang tinggi kepada masyarakat karena kita tidak ingin memberatkan masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, paspor tersebut akan menggunakan bahan polikarbonat yang diproduksi dengan teknologi karya anak bangsa dan diklaim memiliki kualitas lebih baik dengan harga yang lebih kompetitif.
"Harganya jauh lebih murah, jauh lebih berkualitas. Tentunya dengan proses pengadaan yang transparan, harga paling murah, kualitas paling bagus, itu yang kita utamakan," katanya.
Menurutnya, semangat yang diusung Ditjen Imigrasi adalah mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, pemerintah telah memberikan pembebasan biaya paspor bagi pekerja migran Indonesia yang baru pertama kali berangkat ke luar negeri. "Jadi kita tidak akan memberatkan masyarakat kita pada prinsipnya dan spiritnya seperti itu," ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Hendarsam juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis Ditjen Imigrasi di era digital. "Media merupakan partner kami Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memberitakan program-program yang sudah kita jalankan dan amanat yang diberikan oleh Presiden Prabowo. Tentunya dengan jaringan iNews Group ini sangat membantu kami ke depannya," ujar Hendarsam.
(zik)
Lihat Juga :