Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Minggu, 19 Juli 2026 - 16:10 WIB
loading...
Penyerahan donasi secara simbolis oleh Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan, Lucky Herviana, kepada Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) menggandeng Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam upaya memperkuat literasi data dan keuangan bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.
Kerja sama itu ditandai dengan penyerahan donasi secara simbolis oleh Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan, Lucky Herviana, kepada Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra di sela kegiatan Upgrading Pimpinan, Rapat Koordinasi Regional, dan Seminar MPKS PP Muhammadiyah di Aula Gedung Bromo BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).
Seminar bertema "Think Bigger, Lead Better: Strategi Membangun Dampak dan Keberlanjutan Gerakan Kesejahteraan Sosial", menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan pelayanan sosial di Indonesia.
Lucky Herviana mengatakan, kolaborasi dengan Muhammadiyah dilandasi kesamaan visi dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera melalui sinergi lintas sektor. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas dan rekam jejak panjang dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi sehingga menjadi mitra strategis dalam memperluas dampak sosial.
Sebagai lembaga informasi keuangan atau kredit biro yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), CLIK juga berkomitmen mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan ke dalam kegiatan bisnisnya melalui penciptaan nilai bersama (shared value).
Dalam pemaparannya di seminar, Lucky menyoroti masih besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang belum terhubung dengan sistem keuangan formal (unbanked). Kondisi tersebut, kata dia, tidak lepas dari minimnya rekam jejak data keuangan yang dimiliki sebagian masyarakat.
"Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terlihat dalam sistem keuangan formal karena keterbatasan data. Melalui integrasi data, kami ingin membantu mereka membangun rekam jejak kredit yang lebih baik sehingga kesempatan untuk mengakses pembiayaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya bisa terwujud. Inilah langkah penting untuk mewujudkan ekosistem perkreditan yang lebih inklusif," ujar Lucky dalam keterangan tertulis dikutip, Minggu (19/7/2026).
Ia berharap program literasi data dan keuangan yang dijalankan bersama Muhammadiyah mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencatatan data keuangan sebagai pintu masuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.
Sementara itu, Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, dukungan dari sektor swasta menjadi modal penting untuk memperkuat pelayanan sosial Muhammadiyah agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Kolaborasi seperti ini menjadi energi baru bagi Muhammadiyah untuk terus memperkuat instrumen pelayanan sosial sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," katanya.
Semangat kolaborasi juga disampaikan Ketua PP Muhammadiyah periode 2022–2027, Agus Taufiqurrohman. Dalam ceramah kuncinya, ia menegaskan bahwa pelayanan sosial telah menjadi bagian dari jati diri Muhammadiyah sejak organisasi tersebut didirikan. Namun, menurutnya, pendekatan dalam menjalankan misi sosial harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan era digital.
Ia menilai sinergi multipemangku kepentingan menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
Melalui kerja sama perdana ini, CLIK dan Muhammadiyah berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu membangun rekam jejak kredit secara sehat, serta memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Kerja sama itu ditandai dengan penyerahan donasi secara simbolis oleh Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan, Lucky Herviana, kepada Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra di sela kegiatan Upgrading Pimpinan, Rapat Koordinasi Regional, dan Seminar MPKS PP Muhammadiyah di Aula Gedung Bromo BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).
Seminar bertema "Think Bigger, Lead Better: Strategi Membangun Dampak dan Keberlanjutan Gerakan Kesejahteraan Sosial", menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan pelayanan sosial di Indonesia.
Lucky Herviana mengatakan, kolaborasi dengan Muhammadiyah dilandasi kesamaan visi dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera melalui sinergi lintas sektor. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas dan rekam jejak panjang dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi sehingga menjadi mitra strategis dalam memperluas dampak sosial.
Sebagai lembaga informasi keuangan atau kredit biro yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), CLIK juga berkomitmen mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan ke dalam kegiatan bisnisnya melalui penciptaan nilai bersama (shared value).
Dalam pemaparannya di seminar, Lucky menyoroti masih besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang belum terhubung dengan sistem keuangan formal (unbanked). Kondisi tersebut, kata dia, tidak lepas dari minimnya rekam jejak data keuangan yang dimiliki sebagian masyarakat.
"Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terlihat dalam sistem keuangan formal karena keterbatasan data. Melalui integrasi data, kami ingin membantu mereka membangun rekam jejak kredit yang lebih baik sehingga kesempatan untuk mengakses pembiayaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya bisa terwujud. Inilah langkah penting untuk mewujudkan ekosistem perkreditan yang lebih inklusif," ujar Lucky dalam keterangan tertulis dikutip, Minggu (19/7/2026).
Ia berharap program literasi data dan keuangan yang dijalankan bersama Muhammadiyah mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencatatan data keuangan sebagai pintu masuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.
Sementara itu, Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, dukungan dari sektor swasta menjadi modal penting untuk memperkuat pelayanan sosial Muhammadiyah agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Kolaborasi seperti ini menjadi energi baru bagi Muhammadiyah untuk terus memperkuat instrumen pelayanan sosial sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," katanya.
Semangat kolaborasi juga disampaikan Ketua PP Muhammadiyah periode 2022–2027, Agus Taufiqurrohman. Dalam ceramah kuncinya, ia menegaskan bahwa pelayanan sosial telah menjadi bagian dari jati diri Muhammadiyah sejak organisasi tersebut didirikan. Namun, menurutnya, pendekatan dalam menjalankan misi sosial harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan era digital.
Ia menilai sinergi multipemangku kepentingan menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
Melalui kerja sama perdana ini, CLIK dan Muhammadiyah berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu membangun rekam jejak kredit secara sehat, serta memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
(abd)
Lihat Juga :