Keras Kepala Gelar Pilkada, Migrant Care: Pemerintah Tumpul Sensitivitas

Selasa, 22 September 2020 - 18:28 WIB
loading...
Keras Kepala Gelar Pilkada,...
Ketua Pusat Studi dan Kajian Migrasi-Migrant Care Anis Hidayah. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah, DPR, KPU, dan Bawaslu telah bersepakat tetap melanjutkan penyelenggaraan Pilkada 2020 sesuai jadwal, yaitu pada 9 Desember mendatang. Namun desakan publik agar pilkada yang digelar serentak di 270 daerah tersebut ditunda juga semakin menguat.

Ketua Pusat Studi dan Kajian Migrasi-Migrant Care Anis Hidayah mengkritik sikap pemerintah yang ngotot menyelenggarakan pilkada ketika kasus Covid-19 melonjak tinggi. Menurutnya, ada empat pertimbangan yang harusnya dipahami menggelar kontestasi tersebut.

Pertama, puncak dari demokrasi adalah kemanusiaan. Proses demokrasi dilangsungkan tentu harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan, keselamatan, kesehatan dan keamanan warga negara, baik itu penyelenggara, pemilih, peserta, dan seluruh pihak terkait penyelenggaraan pilkada.

(Baca: Din Syamsuddin Sesalkan Sikap Keras Kepala Pemerintah dan DPR soal Pilkada)

“Dalam situasi pandemi, yang paling manusiawi dilakukan oleh negara adalah menunda pilkada,” kata Anis dalam diskusi secara virtual, Selasa (22/9/2020).

Kedua, dalam penyelenggaraan proses demokrasi selalu memprioritaskan keadaan memaksa (force majeur) atau darurat seperti perang, wabah, dan situasi khusus lainnya yang mengancam keselamatan banyak orang. Banyak negara di dunia dalam situasi force majeur akibat pandemi yang terjadi saat ini. Karena itu, Anis menegaskan, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak menunda pilkada.

Ketiga, DPR, pemerintah dan penyelenggara pemilu justru tumpul sensitivitasnya terhadap kerentanan warga negara, terutama para calon pemilih. Tidak hanya pada saat proses pemilihan nanti, tetapi juga proses lainnya yang terkait dengan protokol kepemiluan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
KPU Apresiasi Putusan...
KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
Soroti Biaya Tinggi...
Soroti Biaya Tinggi Pilkada, Bahlil: Kalau Dipertahankan, Mau Jadi Apa Demokrasi Kita?
Rekonsiliasi Jadi Tantangan...
Rekonsiliasi Jadi Tantangan Usai Pilkada Serentak 2024
Masa Tenang Pilkada...
Masa Tenang Pilkada 2024 Dimulai Hari Ini, Pencoblosan 27 November
Resmi, 27 November 2024...
Resmi, 27 November 2024 Hari Libur Nasional
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
KPUD Jakarta Sambangi...
KPUD Jakarta Sambangi Rumah Rano Karno, Serahkan Undangan Penetapan Hasil Pilkada 2024
Rekomendasi
Cara Mudah Cek Penerima...
Cara Mudah Cek Penerima PIP 2026 Pakai NIK dan NISN
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Berita Terkini
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Sebelum Ditangkap KPK,...
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia 2026
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
3 Mobil Noel Ebenezer...
3 Mobil Noel Ebenezer Dikembalikan KPK, Keluarga: Bukti Dibeli Pakai Uang Sah
Duit Ratusan Juta Disita...
Duit Ratusan Juta Disita KPK dalam OTT Bupati Lombok Barat
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved