Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:37 WIB
loading...
A A A
"Koruptor mencuri uang negara. Sebaliknya, penegak hukum yang kehilangan integritas berpotensi mencuri kepercayaan rakyat terhadap hukum. Dan ketika kepercayaan itu hilang, negara kehilangan fondasi moralnya," katanya.

Pieter menyebut penjahat tak pernah membangun negara. Mereka justru memperkaya diri sambil merusak negara. Karena itu, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penghukuman pelaku. "Tetapi juga harus memastikan bahwa setiap institusi penegak hukum tetap menjadi benteng yang melindungi kepentingan bangsa, bukan alat yang dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir orang," imbuhnya.

Dia lantas mengutip kritik tajam Mark Twain yang terasa relevan untuk direnungkan, yaitu 'politik adalah satu-satunya profesi yang memungkinkan seseorang berbohong, mencuri, menipu, dan tetap dihormati'. "Senada dengan itu, Lord Acton mengingatkan, 'Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely'," katanya.

Terlepas dari konteks zamannya, kata dia, kedua kutipan tersebut mengingatkan bahwa ketika kekuasaan kehilangan integritas, hukum mudah berubah menjadi alat yang melayani kepentingan, bukan keadilan. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tuntutan agar kekuasaan itu diawasi. Karena itu, tidak boleh ada institusi yang kebal terhadap pemeriksaan.

"Polisi harus dapat diawasi. Jaksa harus dapat diperiksa. Hakim harus dapat dimintai pertanggungjawaban. Bahkan lembaga yang diberi mandat memberantas korupsi pun tidak boleh berada di atas prinsip akuntabilitas," ucapnya.

Pieter menekankan negara hukum justru diuji bukan ketika memproses warga biasa, melainkan ketika harus memeriksa aparatnya sendiri. Di situlah terlihat apakah hukum benar-benar bekerja tanpa pilih kasih atau justru tunduk kepada kekuasaan.

Dia kembali mengutip Thomas Fuller yang pernah mengingatkan 'Be you ever so high, the law is above you'. Setinggi apa pun jabatan seseorang, hukum harus tetap berada di atasnya.

Pieter melanjutkan di tengah kompleksitas penegakan hukum modern, tantangan yang dihadapi bukan hanya penyalahgunaan kewenangan, tetapi juga potensi konflik antarlembaga penegak hukum. Karena itu, manajemen konflik menjadi bagian penting dari reformasi hukum.

Dia menuturkan manajemen konflik bukan sekadar menyelesaikan perselisihan, melainkan serangkaian strategi untuk mencegah, memediasi, dan menyelesaikan perbedaan kepentingan melalui pengawasan internal, mekanisme akuntabilitas, serta kolaborasi antarinstitusi.

Koordinasi yang sehat antara Polri, kejaksaan, KPK, dan lembaga peradilan diperlukan agar penanganan perkara tidak diwarnai ego sektoral, tumpang tindih kewenangan, ataupun rivalitas yang justru merugikan pencari keadilan.

"Namun perang melawan korupsi juga tidak boleh kehilangan pijakan konstitusionalnya. Keinginan menghukum pelaku korupsi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengendurkan standar pembuktian atau mengabaikan hak-hak yang dijamin konstitusi," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Bentuk Tim Penyidik...
Bentuk Tim Penyidik Khusus Usut Kasus Febrie, Kejagung: 9 Penyidik, Mayoritas Jaksa Alumni KPK
Terbitkan 3 Sprindik...
Terbitkan 3 Sprindik Baru, Kejaksaan Sebut Status Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Saksi
Penanganan Perkara Febri...
Penanganan Perkara Febri Adriansyah Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
Rekomendasi
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Tak Cuma Bikin Bugar,...
Tak Cuma Bikin Bugar, Olahraga Bisa Cegah Alzheimer dan Demensia
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved