Soliditas Pimpinan Lembaga Penegak Hukum Jaga Kepercayaan Publik
Senin, 13 Juli 2026 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
"Begitu pula Kejaksaan menjalankan fungsi penuntutan secara objektif sesuai ketentuan hukum, sementara TNI tetap fokus pada tugas pertahanan negara. Ketika setiap institusi menjalankan mandatnya secara profesional tanpa saling mengintervensi, maka sistem penegakan hukum akan semakin kuat dan dipercaya masyarakat," kata Simon.
Simon juga mengingatkan bahwa dinamika yang berkembang di ruang publik beberapa waktu terakhir hendaknya menjadi pembelajaran bersama agar setiap perbedaan persepsi dapat diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan dan komunikasi yang konstruktif.
"Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi negara yang besar.
Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana para pemimpin mampu menunjukkan keteladanan dengan mengedepankan dialog, komunikasi, dan semangat kebersamaan. Sikap seperti inilah yang memberikan rasa tenang kepada masyarakat," katanya.
Ia berharap momentum silaturahmi antar pimpinan institusi negara tidak berhenti sebagai simbol semata, tetapi menjadi komitmen berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum yang profesional.
"Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui pernyataan ataupun simbol-simbol kebersamaan, tetapi melalui konsistensi tindakan. Oleh karena itu, sinergi yang dibangun hari ini harus diterjemahkan dalam pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penghormatan terhadap supremasi hukum. Ketika komunikasi berjalan baik dan setiap lembaga saling menghormati kewenangannya, maka yang sesungguhnya diperkuat bukan hanya hubungan antarinstitusi, melainkan juga wibawa negara hukum dan kepercayaan masyarakat kepada negara," tutup Simon.
Simon juga mengingatkan bahwa dinamika yang berkembang di ruang publik beberapa waktu terakhir hendaknya menjadi pembelajaran bersama agar setiap perbedaan persepsi dapat diselesaikan melalui mekanisme kelembagaan dan komunikasi yang konstruktif.
"Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi negara yang besar.
Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana para pemimpin mampu menunjukkan keteladanan dengan mengedepankan dialog, komunikasi, dan semangat kebersamaan. Sikap seperti inilah yang memberikan rasa tenang kepada masyarakat," katanya.
Ia berharap momentum silaturahmi antar pimpinan institusi negara tidak berhenti sebagai simbol semata, tetapi menjadi komitmen berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum yang profesional.
"Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui pernyataan ataupun simbol-simbol kebersamaan, tetapi melalui konsistensi tindakan. Oleh karena itu, sinergi yang dibangun hari ini harus diterjemahkan dalam pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penghormatan terhadap supremasi hukum. Ketika komunikasi berjalan baik dan setiap lembaga saling menghormati kewenangannya, maka yang sesungguhnya diperkuat bukan hanya hubungan antarinstitusi, melainkan juga wibawa negara hukum dan kepercayaan masyarakat kepada negara," tutup Simon.
(abd)
Lihat Juga :