Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial

Kamis, 09 Juli 2026 - 16:27 WIB
loading...
A A A
Jaringan pesantren, masjid, majelis taklim, badan otonom, organisasi perempuan, organisasi kepemudaan, serta lembaga filantropi seperti LAZISNU membentuk jejaring sosial yang menjangkau hingga tingkat desa.

Kepercayaan masyarakat terhadap para kiai dan struktur organisasi NU menjadi modal penting dalam menggerakkan partisipasi warga untuk mendukung berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penanggulangan bencana, maupun pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, efektivitas berbagai program kesejahteraan yang dijalankan NU tidak hanya bertumpu pada besarnya sumber daya finansial, tetapi terutama pada kekuatan relasi sosial yang telah terbangun secara historis.

Melalui perspektif Putnam, dapat dipahami bahwa NU tidak sekadar menjalankan fungsi sebagai organisasi keagamaan, melainkan juga sebagai institusi yang memproduksi dan mereproduksi modal sosial dalam kehidupan masyarakat. Kepercayaan yang tinggi, norma gotong royong, serta jaringan kelembagaan yang luas memungkinkan terbangunnya kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi filantropi, dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.

Oleh karena itu, kontribusi NU terhadap pembangunan kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat dipahami sebagai manifestasi dari kekuatan modal sosial yang mampu memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi warga, dan memperluas kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sementara itu, Robert Chambers (1997) dalam Whose Reality Counts? Putting the First Last menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berorientasi pada partisipasi masyarakat dengan menempatkan warga sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.

Perspektif ini tercermin dalam berbagai program pemberdayaan Nahdlatul Ulama melalui pengembangan koperasi pesantren, pelatihan usaha mikro, penguatan ekonomi keluarga, serta pendampingan masyarakat desa. Melalui pendekatan bottom-up, masyarakat didorong untuk mengenali kebutuhan, merumuskan solusi, dan mengelola potensi lokal secara mandiri.

Dengan demikian, pembangunan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mewujudkan kemandirian dan keberlanjutan sosial.

Di tengah era digital dan globalisasi, upaya mewujudkan kesejahteraan sosial menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya ketimpangan ekonomi, perubahan struktur ketenagakerjaan, kemiskinan perkotaan, disrupsi teknologi, hingga kesenjangan akses terhadap layanan digital. Dalam konteks tersebut, NU sebagai organisasi keagamaan sekaligus kekuatan civil society dituntut untuk memperkuat peran pemberdayaan masyarakat melalui inovasi kelembagaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ponpes Tambakberas Jadi...
Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Ma’shum Faqih: Panggilan Para Muassis NU
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Rekomendasi
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
Sejak Gary Iskak Meninggal,...
Sejak Gary Iskak Meninggal, Richa Novisha Masih Trauma Dengar Sirine Ambulans
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
Berita Terkini
Pimpinan DPR Sangkal...
Pimpinan DPR Sangkal Beri Arahan Tunda Pembahasan RUU Pemilu
Eks Sekjen MPR Maruf...
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Habiburokhman Tegaskan...
Habiburokhman Tegaskan Komisi III DPR Bakal Terus Kawal Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Gus Lilur Minta Penggeledahan...
Gus Lilur Minta Penggeledahan 12 Lokasi Jangan Digiring Pertarungan Polisi Vs Jaksa
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved