Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Rabu, 08 Juli 2026 - 17:43 WIB
loading...
Penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya di Cafe DeClan Signature dan Point Money Changer, di Jalan Cipete Raya mendapat pengamanan ketat dari personel Brimob bersenjata. Foto: Yuwantoro Winduajie
A
A
A
JAKARTA - Penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya di Cafe De'Clan Signature dan Point Money Changer, di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026) mendapat pengamanan ketat dari personel Brimob bersenjata. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah personel Brimob masih berjaga di depan lokasi penggeledahan.
Satu unit kendaraan taktis Brimob serta sejumlah bus milik Polri juga terlihat terparkir di sekitar lokasi. Meski demikian, situasi di sekitar lokasi terpantau kondusif.
Arus lalu lintas berjalan ramai lancar dan aktivitas warga berlangsung seperti biasa. Pejalan kaki juga masih dapat melintas di sekitar area penggeledahan.
Baca juga: Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari prosedur standar kepolisian saat melaksanakan penggeledahan.
"Untuk penggunaan kekuatan personel, itu sebagai antisipasi dan merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) yang dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Budi kepada wartawan di lokasi.
Budi mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang mencakup suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penggeledahan dilakukan secara serentak di sejumlah lokasi.
Menurut dia, terdapat tiga perkara yang menjadi objek penyidikan, yakni dugaan korupsi terkait blackout PLN batu bara, PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel. "Ada tiga objek terkait tentang blackout PLN batu bara, tentang dugaan di Asabri, serta Krakatau Steel," ujarnya.
Ia menambahkan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dan menemukan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara-perkara tersebut. "Penggeledahan adalah guna untuk mencari, menemukan barang bukti untuk memenuhi tindak pidana yang sedang dipersangkakan," kata Budi.
Polisi menyatakan perkembangan lebih lanjut terkait hasil penggeledahan akan disampaikan setelah seluruh rangkaian kegiatan penyidikan selesai dilakukan.
Satu unit kendaraan taktis Brimob serta sejumlah bus milik Polri juga terlihat terparkir di sekitar lokasi. Meski demikian, situasi di sekitar lokasi terpantau kondusif.
Arus lalu lintas berjalan ramai lancar dan aktivitas warga berlangsung seperti biasa. Pejalan kaki juga masih dapat melintas di sekitar area penggeledahan.
Baca juga: Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari prosedur standar kepolisian saat melaksanakan penggeledahan.
"Untuk penggunaan kekuatan personel, itu sebagai antisipasi dan merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) yang dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Budi kepada wartawan di lokasi.
Budi mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang mencakup suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penggeledahan dilakukan secara serentak di sejumlah lokasi.
Menurut dia, terdapat tiga perkara yang menjadi objek penyidikan, yakni dugaan korupsi terkait blackout PLN batu bara, PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel. "Ada tiga objek terkait tentang blackout PLN batu bara, tentang dugaan di Asabri, serta Krakatau Steel," ujarnya.
Ia menambahkan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dan menemukan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara-perkara tersebut. "Penggeledahan adalah guna untuk mencari, menemukan barang bukti untuk memenuhi tindak pidana yang sedang dipersangkakan," kata Budi.
Polisi menyatakan perkembangan lebih lanjut terkait hasil penggeledahan akan disampaikan setelah seluruh rangkaian kegiatan penyidikan selesai dilakukan.
(rca)
Lihat Juga :