Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Rabu, 08 Juli 2026 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
“Marilah kita memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat solidaritas dan komitmen bersama dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan lebih dari 700 juta penduduk di seluruh ASEAN,” katanya.
Ia optimistis pembelajaran dari simulasi akan memperkuat kesiapsiagaan nasional sekaligus meningkatkan koordinasi regional. Tujuan akhirnya adalah membangun sistem keamanan pangan ASEAN yang lebih tangguh dan dipercaya masyarakat.
Komitmen tersebut juga dinilai sejalan dengan kampanye Hari Keamanan Pangan Sedunia tahun ini, “From Burden to Solutions, Safe Food Everywhere”. Pesan itu menempatkan sains, kesiapsiagaan, dan kolaborasi sebagai fondasi sistem keamanan pangan.
Menurut Taruna, investasi dalam kesiapsiagaan bukan sekadar biaya menghadapi risiko. Ia merupakan bagian dari strategi pembangunan kawasan.
“Berinvestasi dalam kesiapsiagaan kedaruratan keamanan pangan berarti berinvestasi dalam pembangunan berkelanjutan dan daya saing jangka panjang ASEAN,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Indonesia dan BPOM, Taruna juga menyampaikan apresiasi kepada ASEAN Health Cluster 4, Sekretariat ASEAN, dan seluruh negara anggota ASEAN yang terus memperkuat kesiapsiagaan regional sejak inisiatif ASEAN FSER dibentuk pada 2020.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Indonesia melalui BPOM menegaskan bahwa ancaman pangan lintas batas membutuhkan jawaban yang juga melampaui batas negara. Di tengah rantai pasok yang semakin kompleks, kecepatan informasi, ketepatan sains, dan koordinasi antarnegara akan menentukan apakah sebuah insiden dapat dikendalikan sejak dini atau berkembang menjadi krisis regional.
Ia optimistis pembelajaran dari simulasi akan memperkuat kesiapsiagaan nasional sekaligus meningkatkan koordinasi regional. Tujuan akhirnya adalah membangun sistem keamanan pangan ASEAN yang lebih tangguh dan dipercaya masyarakat.
Komitmen tersebut juga dinilai sejalan dengan kampanye Hari Keamanan Pangan Sedunia tahun ini, “From Burden to Solutions, Safe Food Everywhere”. Pesan itu menempatkan sains, kesiapsiagaan, dan kolaborasi sebagai fondasi sistem keamanan pangan.
Menurut Taruna, investasi dalam kesiapsiagaan bukan sekadar biaya menghadapi risiko. Ia merupakan bagian dari strategi pembangunan kawasan.
“Berinvestasi dalam kesiapsiagaan kedaruratan keamanan pangan berarti berinvestasi dalam pembangunan berkelanjutan dan daya saing jangka panjang ASEAN,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Indonesia dan BPOM, Taruna juga menyampaikan apresiasi kepada ASEAN Health Cluster 4, Sekretariat ASEAN, dan seluruh negara anggota ASEAN yang terus memperkuat kesiapsiagaan regional sejak inisiatif ASEAN FSER dibentuk pada 2020.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Indonesia melalui BPOM menegaskan bahwa ancaman pangan lintas batas membutuhkan jawaban yang juga melampaui batas negara. Di tengah rantai pasok yang semakin kompleks, kecepatan informasi, ketepatan sains, dan koordinasi antarnegara akan menentukan apakah sebuah insiden dapat dikendalikan sejak dini atau berkembang menjadi krisis regional.
(shf)
Lihat Juga :