Rektor Unhan Paparkan Pentingnya Penguasaan Teknologi Roket untuk Pertahanan

Selasa, 22 September 2020 - 13:39 WIB
loading...
Rektor Unhan Paparkan...
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksdya TNI Amarulla Octavian menegaskan pentingnya penguasaan teknologi roket untuk pertahanan negara. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Roket merupakan teknologi yang terus dikembangkan oleh Indonesia guna membangun pertahanan nasional. Sebab, negara yang mampu menguasai teknologi roket akan disegani negara-negara di dunia. (Baca juga: Era Jokowi, Kekuatan Pertahanan Indonesia Terus Diperkuat)

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksdya TNI Amarulla Octavian saat menjadi keynote speaker dalam acara Teknolog Roket, Selasa (22/9/2020). ”Indikator keberhasilan penyelenggaraan pertahanan negara tercermin dalam daya tangkal bangsa terhadap setiap ancaman yang membahayakan kehidupan bangsa dan negara. Baik dari luar maupun dalam negeri,” ujarnya. (Baca juga: Rektor Unhan: Perang Balkan Pelajaran untuk Memelihara Perdamaian Indonesia)

Perwira tinggi Angkatan Laut (AL) yang pernah mengenyam pendidikan spesialisasi anti kapal selam ini menjelaskan, teknologi roket yang dimiliki suatu negara menjadikan bangsa tersebut memiliki kemandirian dalam peluncuran satelit baik untuk keperluan sipil terlebih kepentingan pertahanan Negara. ”Teknologi roket merupakan salah satu system yang tepat dalam pelaksanaan pemantauan wilayah mengingat letak geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan-kepulauan. Pemantauan tidak hanya untuk keperluan militer tapi juga dalam berbagai aspek kehidupan seperti iklim dan Sumber Daya Alam (SDA),” katanya. (Baca juga: Laksdya TNI Amarulla Octavian Tutup Penataran Bela Negara Dosen Unhan)

Mantan Dansesko TNI AL menyebut, saat ini negara-negara di dunia yang telah mampu mengembangkan roket pertahanan antara lain, Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, India, dan Brazil. Sedangkan negara-negara yang tengah mengembangkan roket pertahanan adalah Iran. ”Indonesia juga melakukan kerja sama dengan beberapa negara dalam mengembangkan teknologi roket. Kerja sama yang dilakukan berupa pengembangan roket jangkauan 200 Km,” ucapnya.

Lulusan Royal Australian Navy Maritiem Studies Period ini mengatakan, dalam pertahanan negara ada lima sasaran strategis. Pertama, menangkal segala bentuk ancaman yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keselamatan seluruh bangsa. ”Kedua, siap menghadapi perang dari agresi militer. Ketiga mampu menanggulangi ancaman yang mengganggu kepentingan dan eksistensi NKRI,” paparnya.

Sedangkan sasaran strategis yang keempat yakni, mampu menangani ancaman nirmiliter yang berimplikasi terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan bangsa. Terakhir, kata Octavian, adalah mewujudkan perdamaian dunia dan stabilitas regional.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
Drama 6 Gol Injury Time...
Drama 6 Gol Injury Time Bikin Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Sulit Dilupakan
Kontroversi VAR di Balik...
Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved