Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Menutup Mata
Selasa, 07 Juli 2026 - 08:12 WIB
loading...
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah berkomitmen terus menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan menjadi manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Karena itu, pemerintah memutuskan untuk menyempurnakan konsep pelatihan ini, dari sebelumnya berbasis latihan dasar kemiliteran, kini diubah menjadi pelatihan bela negara dan manajerial.
"Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Dia menjelaskan, esensi penting seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air, tetap dipertahankan. Namun, metode pelaksanaannya disesuaikan agar lebih efektif dan ramah terhadap kondisi fisik serta mental para peserta.
Qodari menyatakan langkah penyempurnaan ini diambil untuk memastikan program semakin tepat sasaran. "Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri," ujarnya.
Baca Juga: 5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Menurut Qodari, pemerintah optimistis bahwa perubahan ini akan membawa angin segar. Dengan metode yang lebih humanis, dia yakin kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.
"Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara."
Qodari menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendampingi, melindungi, dan mengantarkan putra-putri terbaik bangsa menuju gerbang pengabdian yang sesungguhnya.
Dia meyakini para peserta SPPI adalah anak muda pilihan yang melangkah maju dengan satu niat mulia, yaitu mengabdi kepada negara dan membangun masa depan yang lebih baik melalui KDKMP dan KNMP. Untuk itu, pemerintah menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan para peserta sebagai prioritas utama.
Ia memastikan, tidak ada satu pun tujuan program pemerintah yang lebih penting daripada memastikan para peserta, para kader bangsa, dapat belajar dan berlatih dengan aman, nyaman, dan optimal.
Sebagai informasi, sebanyak lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih/KNMP meninggal dunia seusai mengikuti latihan dasar militer. Kelimanya dinyatakan meninggal karena penyakit yang berbeda-beda.
"Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Dia menjelaskan, esensi penting seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air, tetap dipertahankan. Namun, metode pelaksanaannya disesuaikan agar lebih efektif dan ramah terhadap kondisi fisik serta mental para peserta.
Qodari menyatakan langkah penyempurnaan ini diambil untuk memastikan program semakin tepat sasaran. "Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri," ujarnya.
Baca Juga: 5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Menurut Qodari, pemerintah optimistis bahwa perubahan ini akan membawa angin segar. Dengan metode yang lebih humanis, dia yakin kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.
"Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara."
Qodari menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendampingi, melindungi, dan mengantarkan putra-putri terbaik bangsa menuju gerbang pengabdian yang sesungguhnya.
Dia meyakini para peserta SPPI adalah anak muda pilihan yang melangkah maju dengan satu niat mulia, yaitu mengabdi kepada negara dan membangun masa depan yang lebih baik melalui KDKMP dan KNMP. Untuk itu, pemerintah menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan para peserta sebagai prioritas utama.
Ia memastikan, tidak ada satu pun tujuan program pemerintah yang lebih penting daripada memastikan para peserta, para kader bangsa, dapat belajar dan berlatih dengan aman, nyaman, dan optimal.
Sebagai informasi, sebanyak lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih/KNMP meninggal dunia seusai mengikuti latihan dasar militer. Kelimanya dinyatakan meninggal karena penyakit yang berbeda-beda.
(zik)
Lihat Juga :