Rakernas di Bekasi, Laskar Anti Korupsi Indonesia Ingin Perkuat Peran Pengawasan
Senin, 06 Juli 2026 - 16:55 WIB
loading...
Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia Burhannudin berkomitmen perkuat pengawasan untuk mencegah korupsi. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat. Dalam Rakernas yang mengangkat tema "Peran Pengawasan Menuju Indonesia Emas 2045 " ini, LAKI berkomitmen memperkuat peran pengawasan.
Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia Burhannudin mengatakan, Rakernas ini berlangsung mulai Senin hingga Jumat 6-10 Juli 2026. Adapun jumlah peserta yang sudah terigestrasi 300 orang dari seluruh Indonesia.
Burhannudin mengatakan, ada beberapa hal yang akan dibicarakan dalam rakernas ini meliputi penegakan hukum. Artinya Laskar Anti Korupsi Indonesia akan mengevaluasi proses penegakan hukum yang saat ini sedang berjalan.
Baca juga: KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
"Sehingga nantinya kita akan mengeluarkan rekomendasi untuk para penegak hukum, tentunya dari kacamata Laskar Anti Korupsi Indonesia," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Kemudian hal lain yang akan dibicarakan adalah program pemerintah perintah yang memang perlu mendapat pengawasan. Artinya nanti juga akan ada catatan kritis untuk program apa yang harus dievaluasi dan program apa yang harus diperkuat.
Lihat video: Cegah Korupsi! Purbaya Intip Rekening Pejabat, Untuk Upaya Pengawasan & Penyelewengan
Bahasan yang ketiga adalah tentang organisasi LAKI. Di mana organisasi ini sudah eksis selama 19 tahun. Kemudian di 2026 ini Laskar Anti Korupsi Indonesia akan berjalan bersama dengan Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib).
"Dalam rakernas ini nantinya juga akan dibicarakan mengenai kolaborasi konkret antara Laskar Anti Korupsi Indonesia dengan Progib. Termasuk bagaimana membuat pola untuk bersinergi antara LAKI dengan Pro Garda Indonesia Bersatu,” katanya.
Burhannudin menambahkan, pada akhirnya target dari digelarnya Rakernas ini adalah untuk memperkuat dan mempertajam peran pengawasan. Karena kelemahan Indonesia selama ini terjadi tindak pidana korupsi lantaran lemahnya peran pengawasan.
"Target besarnya adalah bagaimana pemerintah bersama masyarakat dan penegak hukum melakukan pengawasan terhadap program program yang berjalan, sehingga jalan menuju Indonesia Emas bisa terwujud lebih cepat.
Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia Burhannudin mengatakan, Rakernas ini berlangsung mulai Senin hingga Jumat 6-10 Juli 2026. Adapun jumlah peserta yang sudah terigestrasi 300 orang dari seluruh Indonesia.
Burhannudin mengatakan, ada beberapa hal yang akan dibicarakan dalam rakernas ini meliputi penegakan hukum. Artinya Laskar Anti Korupsi Indonesia akan mengevaluasi proses penegakan hukum yang saat ini sedang berjalan.
Baca juga: KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
"Sehingga nantinya kita akan mengeluarkan rekomendasi untuk para penegak hukum, tentunya dari kacamata Laskar Anti Korupsi Indonesia," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Kemudian hal lain yang akan dibicarakan adalah program pemerintah perintah yang memang perlu mendapat pengawasan. Artinya nanti juga akan ada catatan kritis untuk program apa yang harus dievaluasi dan program apa yang harus diperkuat.
Lihat video: Cegah Korupsi! Purbaya Intip Rekening Pejabat, Untuk Upaya Pengawasan & Penyelewengan
Bahasan yang ketiga adalah tentang organisasi LAKI. Di mana organisasi ini sudah eksis selama 19 tahun. Kemudian di 2026 ini Laskar Anti Korupsi Indonesia akan berjalan bersama dengan Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib).
"Dalam rakernas ini nantinya juga akan dibicarakan mengenai kolaborasi konkret antara Laskar Anti Korupsi Indonesia dengan Progib. Termasuk bagaimana membuat pola untuk bersinergi antara LAKI dengan Pro Garda Indonesia Bersatu,” katanya.
Burhannudin menambahkan, pada akhirnya target dari digelarnya Rakernas ini adalah untuk memperkuat dan mempertajam peran pengawasan. Karena kelemahan Indonesia selama ini terjadi tindak pidana korupsi lantaran lemahnya peran pengawasan.
"Target besarnya adalah bagaimana pemerintah bersama masyarakat dan penegak hukum melakukan pengawasan terhadap program program yang berjalan, sehingga jalan menuju Indonesia Emas bisa terwujud lebih cepat.
(cip)
Lihat Juga :