Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Jum'at, 26 Juni 2026 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Munir, penguasaan ruang digital menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda saat ini. Di tengah derasnya arus informasi dan beragam narasi yang beredar di media sosial, siswa Rohis perlu memiliki kemampuan komunikasi digital yang baik agar dapat menghadirkan konten keislaman yang mencerahkan, menyejukkan, dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Selain itu, generasi muda juga perlu memahami perkembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari upaya membangun peradaban Islam yang maju dan berdaya saing.
"Melalui pemahaman yang baik, pengurus Rohis diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi yang bermanfaat kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar," ucapnya.
Deputi Direktur DEKS Bank Indonesia, Moh. Nuryazidi, menyampaikan bahwa berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report terkini, industri ekonomi syariah Indonesia menempati peringkat keempat dunia setelah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
"Capaian tersebut didukung oleh kuatnya sektor modest fashion, makanan halal, serta media dan rekreasi halal," katanya.
Menurut Nuryazidi, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui peningkatan literasi masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang efektif dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
"Sekarang kekuatan itu bukan cuma di perusahaan besar atau pemerintah, tapi juga ada di media sosial kalian. Satu konten yang kalian bikin bisa dilihat ribuan bahkan jutaan orang. Dan itu bisa jadi pintu buat orang lain mulai mengerti ekonomi syariah. Karena kalau literasi meningkat, efeknya besar sekali: masyarakat bisa naik level dari cuma beli, jadi bikin; dari ikut tren, jadi pencipta tren," ujarnya.
Nuryazidi menambahkan pengurus Rohis memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak literasi ekonomi dan keuangan syariah di kalangan pelajar. Dengan kemampuan komunikasi yang baik dan pemanfaatan teknologi digital secara kreatif, mereka dapat membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai gaya hidup halal, kewirausahaan syariah, serta berbagai peluang yang tersedia dalam industri halal nasional.
Selain itu, generasi muda juga perlu memahami perkembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari upaya membangun peradaban Islam yang maju dan berdaya saing.
"Melalui pemahaman yang baik, pengurus Rohis diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi yang bermanfaat kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar," ucapnya.
Deputi Direktur DEKS Bank Indonesia, Moh. Nuryazidi, menyampaikan bahwa berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report terkini, industri ekonomi syariah Indonesia menempati peringkat keempat dunia setelah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
"Capaian tersebut didukung oleh kuatnya sektor modest fashion, makanan halal, serta media dan rekreasi halal," katanya.
Menurut Nuryazidi, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui peningkatan literasi masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang efektif dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
"Sekarang kekuatan itu bukan cuma di perusahaan besar atau pemerintah, tapi juga ada di media sosial kalian. Satu konten yang kalian bikin bisa dilihat ribuan bahkan jutaan orang. Dan itu bisa jadi pintu buat orang lain mulai mengerti ekonomi syariah. Karena kalau literasi meningkat, efeknya besar sekali: masyarakat bisa naik level dari cuma beli, jadi bikin; dari ikut tren, jadi pencipta tren," ujarnya.
Nuryazidi menambahkan pengurus Rohis memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak literasi ekonomi dan keuangan syariah di kalangan pelajar. Dengan kemampuan komunikasi yang baik dan pemanfaatan teknologi digital secara kreatif, mereka dapat membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai gaya hidup halal, kewirausahaan syariah, serta berbagai peluang yang tersedia dalam industri halal nasional.
Lihat Juga :