Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:47 WIB
loading...
A A A
Dalam kehidupan keluarga pun pola yang sama sering terlihat. Anak yang merasa didengarkan dan dihargai biasanya lebih mudah memahami nilai tanggung jawab dibandingkan anak yang hanya dibesarkan melalui ancaman atau hukuman yang terus-menerus.

Berbagai temuan terbaru menunjukkan bahwa perilaku penuh empati dan kepedulian mampu meningkatkan motivasi intrinsik serta kualitas hubungan kerja. Bahkan tindakan sederhana seperti mendengarkan dengan sungguh-sungguh dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja seseorang (Choi & Ko, 2024).

Fenomena ini turut menjelaskan mengapa banyak organisasi mulai memberi perhatian pada konsep psychological safety. Ketika individu merasa aman untuk menyampaikan pendapat, mengakui kesalahan, dan mengusulkan gagasan baru, kreativitas serta inovasi cenderung berkembang lebih baik.

Sebaliknya, lingkungan yang terlalu menekankan hukuman sering membuat orang memilih diam. Mereka enggan mengambil risiko, takut melakukan kesalahan, dan akhirnya hanya menjalankan tugas sebatas yang diperintahkan tanpa keberanian untuk berinovasi.

Dalam perspektif manajemen sumber daya manusia, perkembangan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma. Fokus pengelolaan manusia bergerak dari pendekatan berbasis kontrol menuju pendekatan berbasis pemberdayaan yang lebih memperhatikan kebutuhan manusia secara utuh.

Pergeseran tersebut sejalan dengan berkembangnya konsep human-centered management. Pendekatan ini menempatkan manusia bukan sekadar sebagai faktor produksi, tetapi sebagai aset strategis yang memiliki kebutuhan psikologis, sosial, emosional, dan bahkan spiritual yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, bukan berarti reward and punishment kehilangan relevansinya. Penghargaan dan sanksi tetap diperlukan untuk menjaga keteraturan, keadilan, dan akuntabilitas organisasi. Persoalannya bukan pada keberadaannya, melainkan ketika seluruh sistem motivasi hanya bertumpu pada dua instrumen tersebut.

Organisasi masa depan tampaknya membutuhkan keseimbangan yang lebih bijaksana. Ketegasan tetap diperlukan, tetapi harus berjalan berdampingan dengan penghormatan terhadap martabat manusia. Kinerja dan kemanusiaan tidak lagi dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang perlu diajukan apakah kebaikan dapat menggantikan reward and punishment. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana organisasi mampu mengintegrasikan kebaikan ke dalam budaya dan sistem kerjanya sehingga produktivitas dan kesejahteraan dapat tumbuh bersama.

Mungkin masa depan organisasi tidak ditentukan oleh siapa yang paling banyak memberi hadiah atau paling keras menjatuhkan hukuman. Masa depan justru dapat ditentukan oleh siapa yang paling mampu memanusiakan manusia. Ketika kebaikan menjadi strategi, organisasi tidak hanya menghasilkan kinerja yang lebih baik, tetapi juga melahirkan individu yang bertumbuh dan menemukan makna dalam pekerjaannya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Badan Hukum: Sistem...
Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan
Tujuh Langkah Memperbaiki...
Tujuh Langkah Memperbaiki Keuangan Pesantren
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved