Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Tommy merasa program MBG sangat bermanfaat untuk masyarakat dengan kondisi perekonomian yang terbatas. Tommy mencontohkan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banyak keluarga petani, pedagang keliling, kuli bangunan sampai pekerja serabutan yang perlu dibantu atau diringankan bebannya dengan memberikan makanan cukup gizi pada anak-anak mereka.
“Inilah manfaat besar yang dirasakan dan memang berdampak langsung pada keluarga yang menerimanya kemudian pada akhirnya bisa memastikan gizi anak-anak mereka terpenuhi dengan baik,” ungkap Tommy.
Namun demikian, Tommy Kurniawan juga memahami bahwa pelaksanaannya terdapat beberapa masalah dan mungkin tidak bisa langsung sempurna. Hal itu menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, karena program MBG di Indonesia baru tahap awal dan setiap masalah direspon dengan cepat untuk diperbaiki kedepannya.
Tommy mencontohkan negara seperti Jepang yang memiliki program sejenisnya sempat mengalami masalah akibat darurat pangan dan mengalami keracunan massal. Namun saat ini program pemenuhan gizi di Jepang sukses dan menjadi model dunia dalam pelaksanaan dan tata kelolanya.
Termasuk Finlandia program sejenisnya pun sempat ditolak akibat pembengkakan anggaran. Sampai akhirnya bisa diatasi dan terlaksana dengan baik. India pun mengalami hal yang sama. Programnya bernama Mid-Day Meal Scheme sukses besar memberi makan lebih dari 118 juta anak. Program ini sempat menghadapi berbagai masalah krusial seperti kasus keracunan makanan parah dan korupsi dana. Namun India perlahan bisa memperbaikinya dan menekan angka stunting di negaranya.
Contoh paling terupdate adalah negara Inggris yang juga memiliki program yang mirip dengan MBG. Ditahun 2000-an, kualitas makanan sekolah yang disiapkan sangat memprihatinkan dan didominasi makanan olahan murah. Hal ini memicu kampanye besar-besaran dari para koki dan selebritas yang akhirnya berhasil mendesak pemerintah untuk mereformasi total. Standar, tata Kelola dan cakupan penerimanya pun terus diperluas untuk membantu keluarga menghadapi krisis biaya hidup. Kini Inggris menerapkan School Food Standards yang sangat ketat. Program ini memastikan setiap makanan mengandung protein, sayuran, dan nutrisi segar.
Tommy merasa program MBG sangat bermanfaat untuk masyarakat dengan kondisi perekonomian yang terbatas. Tommy mencontohkan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banyak keluarga petani, pedagang keliling, kuli bangunan sampai pekerja serabutan yang perlu dibantu atau diringankan bebannya dengan memberikan makanan cukup gizi pada anak-anak mereka.
“Inilah manfaat besar yang dirasakan dan memang berdampak langsung pada keluarga yang menerimanya kemudian pada akhirnya bisa memastikan gizi anak-anak mereka terpenuhi dengan baik,” ungkap Tommy.
Namun demikian, Tommy Kurniawan juga memahami bahwa pelaksanaannya terdapat beberapa masalah dan mungkin tidak bisa langsung sempurna. Hal itu menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, karena program MBG di Indonesia baru tahap awal dan setiap masalah direspon dengan cepat untuk diperbaiki kedepannya.
Tommy mencontohkan negara seperti Jepang yang memiliki program sejenisnya sempat mengalami masalah akibat darurat pangan dan mengalami keracunan massal. Namun saat ini program pemenuhan gizi di Jepang sukses dan menjadi model dunia dalam pelaksanaan dan tata kelolanya.
Termasuk Finlandia program sejenisnya pun sempat ditolak akibat pembengkakan anggaran. Sampai akhirnya bisa diatasi dan terlaksana dengan baik. India pun mengalami hal yang sama. Programnya bernama Mid-Day Meal Scheme sukses besar memberi makan lebih dari 118 juta anak. Program ini sempat menghadapi berbagai masalah krusial seperti kasus keracunan makanan parah dan korupsi dana. Namun India perlahan bisa memperbaikinya dan menekan angka stunting di negaranya.
Contoh paling terupdate adalah negara Inggris yang juga memiliki program yang mirip dengan MBG. Ditahun 2000-an, kualitas makanan sekolah yang disiapkan sangat memprihatinkan dan didominasi makanan olahan murah. Hal ini memicu kampanye besar-besaran dari para koki dan selebritas yang akhirnya berhasil mendesak pemerintah untuk mereformasi total. Standar, tata Kelola dan cakupan penerimanya pun terus diperluas untuk membantu keluarga menghadapi krisis biaya hidup. Kini Inggris menerapkan School Food Standards yang sangat ketat. Program ini memastikan setiap makanan mengandung protein, sayuran, dan nutrisi segar.
Lihat Juga :