Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:41 WIB
loading...
Kontras Desak Polisi...
Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya mendesak penyidik Polda Metro Jaya memeriksa mantan Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo dan 2 terdakwa lainnya yang divonis di Peradilan Militer. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Dimas Bagus Arya mendesak penyidik Polda Metro Jaya memeriksa mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo. Tak hanya itu, Kontras turut meminta 2 terdakwa lainnya yang divonis di Peradilan Militer juga diperiksa.

Hal itu diungkapkan Dimas saat datang ke Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus pada Rabu (17/6/2026). Hal tersebut ditekankan mengingat 4 terdakwa yang telah dijatuhi vonis merupakan anggota Bais.

Selain itu, permintaan pemeriksaan terhadap Kabais juga dilakukan guna membuktikan dalil temuan investigasi oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi terkait dugaan keterlibatan 12 orang lainnya.

Baca juga: Polisi Belum Temukan Pelaku Sipil saat Pelimpahan Kasus Andrie Yunus, KontraS: Jangan Takut TNI!

“Karena dalam proses Peradilan Militer, Peradilan Militer tidak pernah memanggil Kabais, Wakabais yang diganti dan juga Dir E yang berkaitan juga dengan proses yang selama ini terjadi terkait penyiraman air keras. Untuk membongkar apa? Untuk membongkar tindakan operasi yang juga kami dalilkan dalam temuan investigasi yang disampaikan TAUD,” kata Dimas.

Dia juga meminta Polda Metro Jaya memeriksa 2 terdakwa yang dijatuhi vonis di Peradilan Militer. Keduanya yakni Edi Sukardo dan Budi Haryanto Widicahyono yang status bukan lagi prajurit aktif.

“Sehingga patut juga diperiksa, didalami sehingga proses hukum berjalan dari proses Peradilan Militer dan juga proses menggunakan konstruksi pidana umum, itu juga tetap berkelindan atau saling melengkapi satu sama lain,” ujar Dimas.

Dia mengungkapkan hasil investigasi TAUD menemukan bahwa ada 16 orang yang terlibat, di mana empat terdakwa sudah divonis di Peradilan Militer dan 12 lainnya diduga terlibat dalam tindak penyiraman air keras Andri Yunus.

“16 orang itu kami kumpulkan dari hasil tangkapan CCTV dan juga rekonstruksi menggunakan open source intelligence atau intelijen terbuka. Sebanyak 16 orang ini kemudian punya kaitan sebelum proses penyiraman air keras di Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat,” katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rekomendasi
Afrika Selatan Cetak...
Afrika Selatan Cetak Sejarah Usai Lolos ke Babak 32 Besar
Bongkar: Debi Ceper...
Bongkar: Debi Ceper Beberkan Alasan Tetap Bertahan di Dunia Hiburan
Kontroversi Jeda Hidrasi...
Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Berita Terkini
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Infografis
Anoa 6x6 Amfibi, Penjaga...
Anoa 6x6 Amfibi, Penjaga Darat dan Air Buatan Anak Bangsa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved