Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa

Senin, 15 Juni 2026 - 21:39 WIB
loading...
Istana Wapres Sebut...
Perwakilan mahasiswa saat akan memasuki Istana Wapres di Jakarta untuk menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka, Senin (15/6/2026). Foto/Yuwantoro Winduajie
A A A
JAKARTA - Tidak ada kesepakatan apa pun terkait tenggat waktu 5 x 24 jam yang diberikan mahasiswa kepada pemerintah seusai audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). Hal itu disampaikan pihak Istana Wapres .

Sebelum audiensi berlangsung, puluhan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka sempat menggelar aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Staf Khusus Wakil Presiden, Nicho Harjanto, mengatakan pemerintah hanya mendengarkan dan menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa tanpa membuat kesepakatan mengenai batas waktu realisasi tuntutan.

"Tidak ada (kesepakatan). Kami dalam posisi hanya untuk mendengar dan menerima aspirasi," kata Nicho kepada wartawan seusai pertemuan.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi klaim mahasiswa yang sebelumnya memberikan waktu 5 x 24 jam kepada pemerintah untuk merealisasikan tuntutan mereka. Saat ditanya apakah memorandum yang diserahkan mahasiswa hanya berisi aspirasi tanpa kesepakatan bersama, Nicho membenarkannya.

"Enggak ada. Kami dalam posisi hanya untuk mendengar dan menerima aspirasi," ujarnya.

Nicho mengaku belum mengetahui secara rinci isi memorandum yang diserahkan mahasiswa, karena dokumen tersebut langsung diberikan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. "Saya belum lihat, tadi disampaikan kepada Bapak Wapres. Jadi seperti yang dibawa tadi teman-teman mungkin bisa ditanya," katanya.

Baca Juga: Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan

Meski demikian, Nicho mengatakan dalam pertemuan tersebut Gibran turut menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut dia, pelaksanaan program tersebut akan terus dievaluasi agar tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang belum mendapatkan manfaat program.

"Ya, pasti akan dievaluasi terus-menerus seperti itu, karena ini memang program pemerintah dan itu untuk membantu saudara-saudara kita yang di daerah 3T yang mulai dari anak sekolah sampai yang lansia sampai ibu hamil," kata Nicho.



Sebelumnya, Koordinator Aksi UBK Muhammad Abdimaludin menyatakan mahasiswa memberikan waktu 5 x 24 jam kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan kepada Gibran. Jika tidak ada perkembangan, mahasiswa mengancam kembali menggelar demonstrasi.

Abdimaludin juga menyebut Gibran akan menyampaikan berbagai tuntutan mahasiswa kepada Presiden Prabowo Subianto. "Artinya Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan dia akan memberitahukan kepada pimpinan, lebih khusus Presiden Prabowo Subianto, dia akan sounding lagi," kata Abdimaludin.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Rekomendasi
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Berita Terkini
Dukung Dokter Tifa di...
Dukung Dokter Tifa di PN Jaktim, Roy Suryo Soroti Tersangka yang Dapat Restorative Justice
Lukashenko Jadi Presiden...
Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Nginap di Istana Negara
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Infografis
Tidak Ada Negara yang...
Tidak Ada Negara yang Bela Israel di ICJ karena Tindakannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved