Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA

Senin, 15 Juni 2026 - 13:12 WIB
loading...
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM, Taruna Ikrar saat memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi utama kemajuan industri kesehatan, pangan, dan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam semata (SDA), melainkan oleh kualitas SDM yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus diubah menjadi bonus produktivitas. Kuncinya adalah pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, dan kolaborasi yang kuat antara akademisi, dunia usaha, serta pemerintah,” kata Taruna Ikrar, dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).



Dia menjelaskan bahwa sektor kesehatan, farmasi, pangan, kosmetik, obat bahan alam, bioteknologi, dan ekonomi digital akan menjadi sektor unggulan yang menentukan daya saing Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, mahasiswa harus mulai membangun kompetensi multidisiplin, kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan semangat inovasi.

Sementara itu, Rektor UHW Perbanas Surabaya Prof Lutfi mengapresiasi kehadiran Taruna Ikrar di kampus yang dipimpinnya. Menurutnya, sosok Taruna Ikrar merupakan contoh nyata putra bangsa yang mampu menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dan pelayanan publik.

Baca juga: Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya

“Kehadiran Prof Taruna Ikrar memberikan inspirasi besar bagi mahasiswa kami. Beliau membuktikan bahwa ilmu pengetahuan, integritas, dan kerja keras dapat mengantarkan anak bangsa menjadi tokoh yang diperhitungkan di dunia internasional. Ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika UHW untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara kampus, industri, dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi masa depan Indonesia.

Momentum silaturahmi tersebut juga menjadi ajang implementasi nyata konsep Academic, Business, Government (ABG) yang selama ini terus diperjuangkan Taruna Ikrar. Pada kesempatan tersebut terjalin kerja sama strategis antara Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Harsen Laboratories, dan Nose Herbal Indo sebagai langkah konkret memperkuat hilirisasi riset dan pengembangan SDM nasional.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan penelitian bersama, program magang industri, peningkatan kompetensi mahasiswa, pengembangan produk inovatif, hingga peluang komersialisasi hasil riset kampus yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan industri.

Elsyeida Napitupulu, Managing Director Harsen Laboratories, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah merupakan kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi seperti ini. Kampus menghasilkan talenta dan inovasi, industri menghadirkan pengalaman serta kebutuhan pasar, sementara pemerintah menciptakan regulasi yang mendukung. Sinergi inilah yang akan melahirkan SDM unggul dan produk nasional yang mampu bersaing secara global,” ujar Elsyeida.

Senada dengan itu, Mr Kim, Co-Founder Nose Herbal Indo, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kesehatan dan produk berbasis herbal yang didukung kekayaan biodiversitas nasional.

“Mahasiswa Indonesia memiliki kreativitas dan semangat yang luar biasa. Jika potensi tersebut dipadukan dengan riset yang kuat dan dukungan industri, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat inovasi kesehatan dan herbal di kawasan Asia,” kata Mr Kim.

Melalui implementasi nyata konsep ABG, Taruna Ikrar optimistis Indonesia mampu melahirkan lebih banyak inovator, ilmuwan, profesional, dan entrepreneur yang akan menjadi motor penggerak industri kesehatan, pangan, dan ekonomi nasional menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
BPDP Buka Pendaftaran...
BPDP Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Rekomendasi
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Berita Terkini
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved