Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
Minggu, 14 Juni 2026 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Budiman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengusir mahasiswa tersebut, melainkan meminta agar aturan forum tetap dihormati.
"Menurut saya diskusi yang ingin diajukan bukan lagi mengenai substantif topik. Saya meminta dia untuk tinggal di forum itu. Tetapi, karena hak saya merespon pertanyaannya di depan forum tidak ditanggapi, maka saya menegur keras dan dia malah meminta saya keluar dari forum itu untuk berdiskusi berdua saja dengannya di luar," kata Budiman.
Ia mengaku keberatan karena forum saat itu juga dihadiri peserta lain dari berbagai organisasi mahasiswa, termasuk HMI Semarang dan PMKRI Semarang, yang tetap ingin melanjutkan pembahasan.
Insiden tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan memunculkan narasi bahwa Budiman mengusir mahasiswa dari ruang diskusi. Budiman membantah tuduhan tersebut dan menyayangkan perhatian publik justru tersedot pada konflik, bukan substansi dialog.
Menurut Budiman, ruang akademik seharusnya menjadi tempat pertarungan gagasan, bukan sekadar pelampiasan emosi. "Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar," ujarnya.
"Menurut saya diskusi yang ingin diajukan bukan lagi mengenai substantif topik. Saya meminta dia untuk tinggal di forum itu. Tetapi, karena hak saya merespon pertanyaannya di depan forum tidak ditanggapi, maka saya menegur keras dan dia malah meminta saya keluar dari forum itu untuk berdiskusi berdua saja dengannya di luar," kata Budiman.
Ia mengaku keberatan karena forum saat itu juga dihadiri peserta lain dari berbagai organisasi mahasiswa, termasuk HMI Semarang dan PMKRI Semarang, yang tetap ingin melanjutkan pembahasan.
Insiden tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan memunculkan narasi bahwa Budiman mengusir mahasiswa dari ruang diskusi. Budiman membantah tuduhan tersebut dan menyayangkan perhatian publik justru tersedot pada konflik, bukan substansi dialog.
Menurut Budiman, ruang akademik seharusnya menjadi tempat pertarungan gagasan, bukan sekadar pelampiasan emosi. "Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar," ujarnya.
(abd)
Lihat Juga :