Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Minggu, 07 Juni 2026 - 23:36 WIB
loading...
A
A
A
Terkait kondisi ekonomi global, Nasarudin mengakui nilai tukar rupiah tengah menghadapi tekanan. Namun, ia menilai persoalan tersebut perlu dilihat secara komprehensif karena tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga dinamika geopolitik dan kepentingan ekonomi global.
Ia juga mengapresiasi langkah konsolidasi yang dilakukan tim ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, Nasarudin memberikan penghargaan kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang dinilainya aktif mendorong komunikasi dan koordinasi lintas sektor guna menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.
Menurut Nasarudin, pemerintah sejauh ini berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan perlindungan sosial, termasuk mempertahankan subsidi energi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Subsidi BBM dan LPG tetap berjalan, harga kebutuhan pokok relatif terkendali, dan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo mulai memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Lebih lanjut, Nasarudin menyoroti langkah pemerintah memperketat pengawasan terhadap sektor-sektor strategis, termasuk ekspor komoditas sumber daya alam. Ia menilai penindakan terhadap praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang tidak sesuai merupakan langkah penting untuk mengamankan penerimaan negara.
"Sektor seperti CPO, batu bara, dan mineral memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, negara harus memastikan seluruh aktivitas ekonomi berlangsung secara transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah konsolidasi yang dilakukan tim ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, Nasarudin memberikan penghargaan kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang dinilainya aktif mendorong komunikasi dan koordinasi lintas sektor guna menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.
Menurut Nasarudin, pemerintah sejauh ini berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan perlindungan sosial, termasuk mempertahankan subsidi energi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
"Subsidi BBM dan LPG tetap berjalan, harga kebutuhan pokok relatif terkendali, dan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo mulai memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Lebih lanjut, Nasarudin menyoroti langkah pemerintah memperketat pengawasan terhadap sektor-sektor strategis, termasuk ekspor komoditas sumber daya alam. Ia menilai penindakan terhadap praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang tidak sesuai merupakan langkah penting untuk mengamankan penerimaan negara.
"Sektor seperti CPO, batu bara, dan mineral memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, negara harus memastikan seluruh aktivitas ekonomi berlangsung secara transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," katanya.
Lihat Juga :