Kejagung Usut Korupsi Tata Kelola MBG, Pengamat: Bukti Nyata Nyali Pemberantasan Korupsi Tanpa Pandang Bulu
Rabu, 03 Juni 2026 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Ujang mengamati bahwa Presiden Prabowo secara konsisten menaruh kepercayaan besar kepada Kejaksaan dalam mengawal agenda bersih-bersih pemerintahan. Rekam jejak Kejaksaan dalam membongkar megakorupsi dan memulihkan kerugian finansial negara menjadi alasan kuat di balik kepercayaan tersebut.
"Selama saya amati pak presiden selama ini menggunakan kejaksaan sebagai institusi resmi bukan ad hoc, artinya ini prosedur formal yang dijalankan oleh presiden ke Kejaksaan untuk mengusut siapa pun yang diduga korupsi. Tentu kita apresiasi ketika Kejaksaan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo sangat berani, bagaimana kasus besar lainnya dapat diungkap oleh Kejaksaan. Dan Kejaksaan pula yang banyak mengembalikan uang ke negara selama ini," urai Ujang.
Aksi cepat di Badan Gizi Nasional (BGN) ini diharapkan menjadi standar baku penegakan hukum ke depan. Langkah Kejaksaan yang menyisir dugaan korupsi hingga ke lembaga baru seperti BGN membuktikan bahwa tidak ada zona aman bagi para pelaku tindak pidana korupsi.
Ujang pun mengingatkan pentingnya pengawasan bersama dari seluruh elemen masyarakat agar momentum positif Kejaksaan ini tetap terjaga pada jalur yang adil dan transparan.
"Kejaksaan juga jangan sampai masuk angin dengan tebang pilih dalam penanganan kasus, karena kehancuran sebuah bangsa adalah ketika penegakan hukum itu belok tebang pilih berpihak. Karena itu kita harus mengawasi bersama langkah Kejaksaan ini untuk membersihkan korupsi di republik ini, baik di K/L maupun di BGN itu sendiri," pungkasnya.
"Selama saya amati pak presiden selama ini menggunakan kejaksaan sebagai institusi resmi bukan ad hoc, artinya ini prosedur formal yang dijalankan oleh presiden ke Kejaksaan untuk mengusut siapa pun yang diduga korupsi. Tentu kita apresiasi ketika Kejaksaan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo sangat berani, bagaimana kasus besar lainnya dapat diungkap oleh Kejaksaan. Dan Kejaksaan pula yang banyak mengembalikan uang ke negara selama ini," urai Ujang.
Aksi cepat di Badan Gizi Nasional (BGN) ini diharapkan menjadi standar baku penegakan hukum ke depan. Langkah Kejaksaan yang menyisir dugaan korupsi hingga ke lembaga baru seperti BGN membuktikan bahwa tidak ada zona aman bagi para pelaku tindak pidana korupsi.
Ujang pun mengingatkan pentingnya pengawasan bersama dari seluruh elemen masyarakat agar momentum positif Kejaksaan ini tetap terjaga pada jalur yang adil dan transparan.
"Kejaksaan juga jangan sampai masuk angin dengan tebang pilih dalam penanganan kasus, karena kehancuran sebuah bangsa adalah ketika penegakan hukum itu belok tebang pilih berpihak. Karena itu kita harus mengawasi bersama langkah Kejaksaan ini untuk membersihkan korupsi di republik ini, baik di K/L maupun di BGN itu sendiri," pungkasnya.
Lihat Juga :