Buku Authentic Halal Brand Diluncurkan, Halal Kini Jadi Identitas dan Kunci Kepercayaan Konsumen
Kamis, 21 Mei 2026 - 17:47 WIB
loading...
Peluncuran buku Authentic Halal Brand (AHB) berlangsung di Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Industri halal Indonesia memasuki era baru. Halal kini tidak lagi sekadar label atau kewajiban administratif, melainkan berkembang menjadi identitas, strategi bisnis, hingga fondasi kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek. Semangat tersebut melatarbelakangi peluncuran buku Authentic Halal Brand (AHB), karya kolaboratif antara IHATEC Publisher dan Inspark Indonesia.
Buku ini menawarkan perspektif baru mengenai halal sebagai nilai autentik yang harus menyatu dalam budaya, strategi, hingga arah bisnis sebuah perusahaan.
Baca juga: Wajib Halal Oktober 2026 Dorong Perlindungan Konsumen dan Transparansi Produk
Peluncuran buku yang digelar Halal Review berlangsung di Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Jakarta, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026). Momentum ini disebut menjadi simbol kebangkitan merek lokal maupun global dalam membangun brand halal yang lebih autentik dan berdaya saing global.
Acara tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan industri halal, mulai dari BPJPH, akademisi, pelaku usaha, profesional, halal influencer, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ekosistem halal nasional.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan halal kini telah menjadi bahasa universal yang merepresentasikan kepercayaan dan kualitas sebuah produk maupun layanan.
Baca juga: Usai Teken MoU, BPJPH dan Barantin Langsung Sidak Pengawasan Produk Impor Berbasis Hewan
“Kami berharap buku Authentic Halal Brand dapat menjadi referensi strategis bagi pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, dan seluruh penggerak industri halal dalam membangun brand halal Indonesia yang lebih kuat, terpercaya, dan kompetitif secara global,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat industri halal dunia melalui sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, dan kriya.
“Industri halal tidak cukup hanya fokus pada sertifikasi formal, tetapi juga harus membangun positioning dan identitas brand yang autentik serta kompetitif di pasar global,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Director of Inspark Indonesia, Wahyu T. Setyobudi, memaparkan konsep Authentic Halal Brand Framework yang menjadi inti buku tersebut. Framework ini menekankan bahwa halal bukan sekadar atribut tempelan, melainkan nilai yang menghidupkan arah bisnis dan pengalaman konsumen.
Framework tersebut memiliki tiga dimensi utama yakni Brand Signifiers, Brand Principals, dan Brand Roles yang kemudian diuji melalui empat tahapan maturitas halal, mulai dari Halal Compliance hingga level tertinggi Authentic Halal Brand.
Peluncuran buku juga diramaikan sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah brand besar. Perwakilan Wardah, Novia Sukmawaty, menegaskan halal telah menjadi DNA perusahaan sejak awal berdiri. Menurutnya, konsep halal bukan hanya menyangkut produk, tetapi juga keberlanjutan bisnis hingga dampak sosial yang dihadirkan perusahaan.
Sementara itu, Chairman Sofyan Corp, Riyanto Sofyan, menilai integritas menjadi kunci utama dalam membangun bisnis halal, khususnya di sektor jasa.
Melalui buku ini, para penggagas berharap lahir lebih banyak brand halal Indonesia yang tidak hanya memenuhi standar sertifikasi, tetapi juga menghadirkan nilai, kejujuran, keberlanjutan, dan kepercayaan bagi masyarakat luas.
Buku ini menawarkan perspektif baru mengenai halal sebagai nilai autentik yang harus menyatu dalam budaya, strategi, hingga arah bisnis sebuah perusahaan.
Baca juga: Wajib Halal Oktober 2026 Dorong Perlindungan Konsumen dan Transparansi Produk
Peluncuran buku yang digelar Halal Review berlangsung di Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Jakarta, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026). Momentum ini disebut menjadi simbol kebangkitan merek lokal maupun global dalam membangun brand halal yang lebih autentik dan berdaya saing global.
Acara tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan industri halal, mulai dari BPJPH, akademisi, pelaku usaha, profesional, halal influencer, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ekosistem halal nasional.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan halal kini telah menjadi bahasa universal yang merepresentasikan kepercayaan dan kualitas sebuah produk maupun layanan.
Baca juga: Usai Teken MoU, BPJPH dan Barantin Langsung Sidak Pengawasan Produk Impor Berbasis Hewan
“Kami berharap buku Authentic Halal Brand dapat menjadi referensi strategis bagi pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, dan seluruh penggerak industri halal dalam membangun brand halal Indonesia yang lebih kuat, terpercaya, dan kompetitif secara global,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat industri halal dunia melalui sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, dan kriya.
“Industri halal tidak cukup hanya fokus pada sertifikasi formal, tetapi juga harus membangun positioning dan identitas brand yang autentik serta kompetitif di pasar global,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Director of Inspark Indonesia, Wahyu T. Setyobudi, memaparkan konsep Authentic Halal Brand Framework yang menjadi inti buku tersebut. Framework ini menekankan bahwa halal bukan sekadar atribut tempelan, melainkan nilai yang menghidupkan arah bisnis dan pengalaman konsumen.
Framework tersebut memiliki tiga dimensi utama yakni Brand Signifiers, Brand Principals, dan Brand Roles yang kemudian diuji melalui empat tahapan maturitas halal, mulai dari Halal Compliance hingga level tertinggi Authentic Halal Brand.
Peluncuran buku juga diramaikan sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah brand besar. Perwakilan Wardah, Novia Sukmawaty, menegaskan halal telah menjadi DNA perusahaan sejak awal berdiri. Menurutnya, konsep halal bukan hanya menyangkut produk, tetapi juga keberlanjutan bisnis hingga dampak sosial yang dihadirkan perusahaan.
Sementara itu, Chairman Sofyan Corp, Riyanto Sofyan, menilai integritas menjadi kunci utama dalam membangun bisnis halal, khususnya di sektor jasa.
Melalui buku ini, para penggagas berharap lahir lebih banyak brand halal Indonesia yang tidak hanya memenuhi standar sertifikasi, tetapi juga menghadirkan nilai, kejujuran, keberlanjutan, dan kepercayaan bagi masyarakat luas.
(shf)
Lihat Juga :