Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Senin, 18 Mei 2026 - 15:23 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memperkuat postur pertahanan udara Indonesia secara komprehensif. Foto: Instagram Sekretariat Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan wilayah udara Indonesia harus aman dan kedaulatannya tidak bisa ditawar. Penegasan itu diungkapkan Seskab Teddy usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) ke Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Langit Indonesia harus aman, kedaulatan tidak bisa ditawar,” tegas Teddy dalam unggahan @sekretariat.presiden, Senin (18/5/2026).
Menurut Teddy, penyerahan alutsista strategis oleh Presiden Prabowo kepada TNI dalam rangka memperkuat postur pertahanan udara Indonesia secara komprehensif. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista yang telah dimulai sejak Presiden menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan kini terus diperkuat dalam kepemimpinan beliau sebagai Presiden Republik Indonesia,” lanjutnya.
![Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar]()
Baca juga: Tambah Alutsista, Prabowo: Indonesia Tak Punya Kepentingan Selain Menjaga Wilayah Sendiri
Sementara itu, sejumlah alutsista yang diserahkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, terdiri dari 6 pesawat tempur multiperan Dassault Rafale buatan Prancis. Kemudian, 2 Pesawat Angkut Multi Peran Transport/Tanker (MRTT) Airbus A-400M buatan konsorsium Airbus Eropa; 6 pesawat jet transport Dassault Falcon 8X buatan Prancis.
Kemudian, radar Ground Control Interceptor (GCI) Thales buatan Prancis, rudal udara jarak jauh Meteor buatan konsorsium Eropa MBDA; Smart Bomb Hammer buatan Safran Prancis.
Teddy menegaskan, pengadaan alutsista ini menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun kekuatan udara yang terintegrasi. “Kehadiran berbagai platform pertahanan udara ini menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun kekuatan udara yang terintegrasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyerahkan sejumlah alutsista tersebut kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam proses penyerahan, Kepala Negara melepaskan tirai logo Skadron Udara 12 yang ada di bagian depan badan pesawat MRCA Rafale.
Selanjutnya, Presiden Prabowo melanjutkan dengan penyiraman air ke bagian depan salah satu pesawat Rafale. Acara pun dilanjutkan dengan penyerahan kunci pesawat secara simbolis oleh Presiden Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
“Langit Indonesia harus aman, kedaulatan tidak bisa ditawar,” tegas Teddy dalam unggahan @sekretariat.presiden, Senin (18/5/2026).
Menurut Teddy, penyerahan alutsista strategis oleh Presiden Prabowo kepada TNI dalam rangka memperkuat postur pertahanan udara Indonesia secara komprehensif. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista yang telah dimulai sejak Presiden menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan kini terus diperkuat dalam kepemimpinan beliau sebagai Presiden Republik Indonesia,” lanjutnya.

Baca juga: Tambah Alutsista, Prabowo: Indonesia Tak Punya Kepentingan Selain Menjaga Wilayah Sendiri
Sementara itu, sejumlah alutsista yang diserahkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, terdiri dari 6 pesawat tempur multiperan Dassault Rafale buatan Prancis. Kemudian, 2 Pesawat Angkut Multi Peran Transport/Tanker (MRTT) Airbus A-400M buatan konsorsium Airbus Eropa; 6 pesawat jet transport Dassault Falcon 8X buatan Prancis.
Kemudian, radar Ground Control Interceptor (GCI) Thales buatan Prancis, rudal udara jarak jauh Meteor buatan konsorsium Eropa MBDA; Smart Bomb Hammer buatan Safran Prancis.
Teddy menegaskan, pengadaan alutsista ini menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun kekuatan udara yang terintegrasi. “Kehadiran berbagai platform pertahanan udara ini menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun kekuatan udara yang terintegrasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyerahkan sejumlah alutsista tersebut kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam proses penyerahan, Kepala Negara melepaskan tirai logo Skadron Udara 12 yang ada di bagian depan badan pesawat MRCA Rafale.
Selanjutnya, Presiden Prabowo melanjutkan dengan penyiraman air ke bagian depan salah satu pesawat Rafale. Acara pun dilanjutkan dengan penyerahan kunci pesawat secara simbolis oleh Presiden Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
(rca)
Lihat Juga :