Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Minggu, 17 Mei 2026 - 12:38 WIB
loading...
A
A
A
Dia membeberkan bahwa dampak utama dari keberadaan Monsun di Teluk Benggala yakni adanya curah hujan ekstrem, angin kencang 25–45 km/jam, gelombang laut 2,5 hingga 4 meter, serta potensi banjir bandang dan longsor.
“Wilayah terdampak langsung Kepulauan Andaman dan Nicobar, selatan Myanmar, Thailand bagian selatan–tengah, dan pesisir barat Aceh,” ujarnya.
Baca juga: Monsun Asia Picu Peningkatan Hujan Awal 2026, BMKG Imbau Masyarakat Waspada
Sementara itu, Guswanto pun mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia lainnya lebih dipengaruhi oleh Monsun Australia dan fenomena atmosfer tropis.
“Saat ini, Monsun Australia menguat, membawa massa udara kering sehingga beberapa wilayah mulai memasuki peralihan ke musim kemarau. Namun, fenomena tropis seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby masih aktif dan dapat memicu hujan lokal,” jelas Guswanto.
“Wilayah terdampak langsung Kepulauan Andaman dan Nicobar, selatan Myanmar, Thailand bagian selatan–tengah, dan pesisir barat Aceh,” ujarnya.
Baca juga: Monsun Asia Picu Peningkatan Hujan Awal 2026, BMKG Imbau Masyarakat Waspada
Sementara itu, Guswanto pun mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia lainnya lebih dipengaruhi oleh Monsun Australia dan fenomena atmosfer tropis.
“Saat ini, Monsun Australia menguat, membawa massa udara kering sehingga beberapa wilayah mulai memasuki peralihan ke musim kemarau. Namun, fenomena tropis seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Rossby masih aktif dan dapat memicu hujan lokal,” jelas Guswanto.
Lihat Juga :