Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Minggu, 17 Mei 2026 - 12:38 WIB
loading...
A
A
A
Guswanto mengatakan pihaknya juga telah memberikan peringatan bahwa Monsun Asia dan angin baratan masih berpotensi menimbulkan hujan lebat di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatera.
Lebih lanjut, Guswanto kembali menegaskan bahwa Aceh barat dan utara menjadi wilayah paling berisiko terdampak langsung dari sistem Teluk Benggala. “Nelayan diimbau tidak melaut karena gelombang bisa mencapai 4 meter,” katanya.
Wilayah lain di Indonesia, kata Guswanto, lebih dipengaruhi oleh Monsun Australia dan fenomena tropis, sehingga potensi hujan masih ada di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dia juga mengingatkan risiko hidrometeorologi berupa banjir bandang, longsor, dan banjir pesisir (rob) di daerah rawan.
BMKG, kata Guswanto, mengimbau masyarakat khususnya di Aceh tingkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, banjir, dan gelombang tinggi.
“Wilayah lain di Indonesia tetap waspada meski sebagian memasuki musim kemarau, karena fenomena tropis masih bisa memicu hujan ekstrem. Kemudian, kapal kecil–menengah sebaiknya menunda pelayaran di perairan barat Sumatea dan utara Aceh,” imbaunya.
Lebih lanjut, Guswanto kembali menegaskan bahwa Aceh barat dan utara menjadi wilayah paling berisiko terdampak langsung dari sistem Teluk Benggala. “Nelayan diimbau tidak melaut karena gelombang bisa mencapai 4 meter,” katanya.
Wilayah lain di Indonesia, kata Guswanto, lebih dipengaruhi oleh Monsun Australia dan fenomena tropis, sehingga potensi hujan masih ada di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dia juga mengingatkan risiko hidrometeorologi berupa banjir bandang, longsor, dan banjir pesisir (rob) di daerah rawan.
BMKG, kata Guswanto, mengimbau masyarakat khususnya di Aceh tingkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, banjir, dan gelombang tinggi.
“Wilayah lain di Indonesia tetap waspada meski sebagian memasuki musim kemarau, karena fenomena tropis masih bisa memicu hujan ekstrem. Kemudian, kapal kecil–menengah sebaiknya menunda pelayaran di perairan barat Sumatea dan utara Aceh,” imbaunya.
(shf)
Lihat Juga :