Penjelasan PDIP yang Ingin Pilkada Tetap Digelar Tahun Ini
Minggu, 20 September 2020 - 18:17 WIB
loading...
Meningkatnya kasus virus Corona (Covid-19) memunculkan kekhawatira pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bakal menimbulkan klaster baru. Foto/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Meningkatnya kasus virus Corona (Covid-19) memunculkan kekhawatiran bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bakal menimbulkan klaster baru. Karena itu, banyak desakan Pilkada 2020 ditunda. Salah satunya disuarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta pilkada ditunda.
(Baca juga: Bawaslu Bekerja Sama dengan KPU dan Kominfo Awasi Konten Internet di Pilkada 2020)
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menilai, Pilkada Serentak 2020 harus diselenggarakan pada tahun ini. Menurutnya, di tengah pandemi ini, setiap pemimpin harus mendapat mandat dari rakyatnya agar menjalankan roda pemerintahan dengan legalitas yang sah.
(Baca juga: KPU Usul Pilkada Serentak 2020 Terapkan Kotak Suara Keliling)
"Penundaan pilkada di tengah pandemi akan menciptakan ketidakpastian baru. Mengingat kepala daerah akan berakhir pada Februari," kata Hasto dalam acara Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDI Perjuangan Surabaya melalui virtual, Minggu (20/9/2020).
(Baca juga: Bawaslu Bekerja Sama dengan KPU dan Kominfo Awasi Konten Internet di Pilkada 2020)
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menilai, Pilkada Serentak 2020 harus diselenggarakan pada tahun ini. Menurutnya, di tengah pandemi ini, setiap pemimpin harus mendapat mandat dari rakyatnya agar menjalankan roda pemerintahan dengan legalitas yang sah.
(Baca juga: KPU Usul Pilkada Serentak 2020 Terapkan Kotak Suara Keliling)
"Penundaan pilkada di tengah pandemi akan menciptakan ketidakpastian baru. Mengingat kepala daerah akan berakhir pada Februari," kata Hasto dalam acara Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDI Perjuangan Surabaya melalui virtual, Minggu (20/9/2020).
Lihat Juga :