Menhub Absen, Komisi V DPR Tunda Raker Bahas Tragedi Bekasi Timur
Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar informasi, kecelakaan tragis antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menyisakan duka mendalam. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, yang seluruhnya merupakan penumpang dari gerbong khusus wanita.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan dugaan awal penyebab kecelakaan. Peristiwa ini diduga bermula dari insiden tabrakan sebuah taksi Green SM di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85.
Menurutnya, tabrakan tersebut kemungkinan memicu gangguan pada sistem persinyalan di area Stasiun Bekasi Timur, sehingga berujung pada kecelakaan antar kereta yang tidak dapat dihindari.
“Kejadian terjadi sekitar pukul 21.00, diawali dengan temperan taksi di JPL 85 yang diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur,” ujar Bobby, Selasa (28/4/2026).
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan dugaan awal penyebab kecelakaan. Peristiwa ini diduga bermula dari insiden tabrakan sebuah taksi Green SM di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85.
Menurutnya, tabrakan tersebut kemungkinan memicu gangguan pada sistem persinyalan di area Stasiun Bekasi Timur, sehingga berujung pada kecelakaan antar kereta yang tidak dapat dihindari.
“Kejadian terjadi sekitar pukul 21.00, diawali dengan temperan taksi di JPL 85 yang diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur,” ujar Bobby, Selasa (28/4/2026).
(rca)
Lihat Juga :