P2G Sebut Ambisi Digital Nadiem Makarim Abaikan Realitas Guru di Daerah 3T
Senin, 11 Mei 2026 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka butuh buku sumber belajar yang fisik. Alokasi triliunan itu seharusnya bisa mengisi seluruh perpustakaan sekolah di Indonesia, bukan justru berakhir di lemari besi karena tidak bisa digunakan,” sambungnya.
Menanggapi sanggahan Nadiem Makarim yang merasa tidak bersalah, Iman mengingatkan tentang tanggung jawab moral seorang pemimpin. Ia menuturkan bahwa kesalahan kebijakan di tingkat menteri memiliki dampak domino yang merusak takdir jutaan anak bangsa.
"Beliau pernah berkata tidak ingin mempertimbangkan masa lalu dan hanya melihat masa depan. Sekarang, sejarah membuktikan bahwa masa lalu yang ia ciptakan sendiri melalui kebijakan Chromebook ini menyeretnya kembali. Ini adalah pengingat bahwa kebijakan yang mengabaikan nurani dan kebutuhan rakyat akan selalu menemukan konsekuensinya," kata Iman.
P2G juga mendesak agar proses hukum di Kejaksaan Agung (Kejagung) terus berlanjut hingga ke akar-akarnya, demi memastikan bahwa pendidikan tidak lagi dijadikan ladang komoditas bagi kepentingan segelintir elit di balik topeng digitalisasi.
Menanggapi sanggahan Nadiem Makarim yang merasa tidak bersalah, Iman mengingatkan tentang tanggung jawab moral seorang pemimpin. Ia menuturkan bahwa kesalahan kebijakan di tingkat menteri memiliki dampak domino yang merusak takdir jutaan anak bangsa.
"Beliau pernah berkata tidak ingin mempertimbangkan masa lalu dan hanya melihat masa depan. Sekarang, sejarah membuktikan bahwa masa lalu yang ia ciptakan sendiri melalui kebijakan Chromebook ini menyeretnya kembali. Ini adalah pengingat bahwa kebijakan yang mengabaikan nurani dan kebutuhan rakyat akan selalu menemukan konsekuensinya," kata Iman.
P2G juga mendesak agar proses hukum di Kejaksaan Agung (Kejagung) terus berlanjut hingga ke akar-akarnya, demi memastikan bahwa pendidikan tidak lagi dijadikan ladang komoditas bagi kepentingan segelintir elit di balik topeng digitalisasi.
(rca)
Lihat Juga :