P2G Sebut Ambisi Digital Nadiem Makarim Abaikan Realitas Guru di Daerah 3T

Senin, 11 Mei 2026 - 16:51 WIB
loading...
P2G Sebut Ambisi Digital...
Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto: Nur Khabibi
A A A
JAKARTA - Kalimat mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang akhirnya memuluskan pengadaan laptop Chromebook diungkap Jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026). Kalimat itu yakni 'you must trust the giant'.

Kalimat "You must trust the Giant" tersebut dinilai menjadi simbol betapa ambisinya kebijakan digitalisasi di era Nadiem Makarim seringkali menutup mata terhadap realitas sosiologis pendidikan di Indonesia. Menurut Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), pemaksaan ekosistem digital ini telah menciptakan jurang diskriminasi yang semakin lebar bagi para pendidik di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa kebijakan ini sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak dasar siswa dan guru di daerah terpencil. Saat pusat sibuk membicarakan cloud computing, guru-guru di pelosok masih harus bertarung dengan ketiadaan listrik dan sinyal internet.

Baca juga: Jaksa Ungkap Kalimat Nadiem yang Akhirnya Muluskan Pengadaan Chromebook meski Tahu Ada Keterbatasan



Iman pun mengungkapkan fakta memilukan yang dihimpun P2G dari berbagai daerah. Salah satu investigasi menunjukkan guru di Tolikara, Papua, harus merogoh kocek pribadi hingga Rp500.000 hanya untuk menyewa ojek menuju titik sinyal demi mengisi aplikasi kinerja.

Fenomena serupa terjadi di NTT. Di sana, para guru terpaksa mengajar di kandang kambing demi mendapatkan koneksi internet agar Chromebook yang dibagikan bisa berfungsi.

"Negara harusnya membantu kami dengan teknologi, bukan kami yang berkorban nyawa dan materi demi menghidupkan teknologi yang Anda paksakan," ujar Iman seperti dikutip dari kanal Podcast Jaksapedia, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, klaim keberhasilan digitalisasi selama ini bersifat semu dan hanya indah di atas kertas laporan, sementara di lapangan, guru-guru merasa "berdarah-darah" untuk memenuhi standar administrasi digital yang kaku. Di sisi lain, P2G menyoroti bahwa uang negara sebesar Rp2,1 triliun yang diduga dikorupsi dalam proyek ini merupakan kehilangan kesempatan besar bagi perbaikan literasi nasional.

Iman mengingatkan bahwa skor literasi sains dan matematika anak-anak Indonesia kini sangat mengkhawatirkan, bahkan setara dengan negara yang sedang dilanda konflik perang. “Anak-anak di daerah 3T itu punya minat baca tinggi, tapi bukunya tidak ada. Mereka tidak butuh layar digital yang membuat mata sakit,” ujarnya.

“Mereka butuh buku sumber belajar yang fisik. Alokasi triliunan itu seharusnya bisa mengisi seluruh perpustakaan sekolah di Indonesia, bukan justru berakhir di lemari besi karena tidak bisa digunakan,” sambungnya.

Menanggapi sanggahan Nadiem Makarim yang merasa tidak bersalah, Iman mengingatkan tentang tanggung jawab moral seorang pemimpin. Ia menuturkan bahwa kesalahan kebijakan di tingkat menteri memiliki dampak domino yang merusak takdir jutaan anak bangsa.

"Beliau pernah berkata tidak ingin mempertimbangkan masa lalu dan hanya melihat masa depan. Sekarang, sejarah membuktikan bahwa masa lalu yang ia ciptakan sendiri melalui kebijakan Chromebook ini menyeretnya kembali. Ini adalah pengingat bahwa kebijakan yang mengabaikan nurani dan kebutuhan rakyat akan selalu menemukan konsekuensinya," kata Iman.

P2G juga mendesak agar proses hukum di Kejaksaan Agung (Kejagung) terus berlanjut hingga ke akar-akarnya, demi memastikan bahwa pendidikan tidak lagi dijadikan ladang komoditas bagi kepentingan segelintir elit di balik topeng digitalisasi.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
P2G Soroti Dampak Instruksi...
P2G Soroti Dampak Instruksi Penerapan Bahasa Prancis di Sekolah, Khawatir Bebani Siswa
Jejak Pendidikan Nadiem...
Jejak Pendidikan Nadiem Makarim, Eks Menteri Lulusan Harvard yang Dituntut 18 Tahun Penjara
P2G Desak Pemerintah...
P2G Desak Pemerintah Tak Pecat 200 Ribu Guru Honorer usai Terbit SE Mendikdasmen 2026
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Berita Terkini
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved