P2G Sebut Ambisi Digital Nadiem Makarim Abaikan Realitas Guru di Daerah 3T
Senin, 11 Mei 2026 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
Iman pun mengungkapkan fakta memilukan yang dihimpun P2G dari berbagai daerah. Salah satu investigasi menunjukkan guru di Tolikara, Papua, harus merogoh kocek pribadi hingga Rp500.000 hanya untuk menyewa ojek menuju titik sinyal demi mengisi aplikasi kinerja.
Fenomena serupa terjadi di NTT. Di sana, para guru terpaksa mengajar di kandang kambing demi mendapatkan koneksi internet agar Chromebook yang dibagikan bisa berfungsi.
"Negara harusnya membantu kami dengan teknologi, bukan kami yang berkorban nyawa dan materi demi menghidupkan teknologi yang Anda paksakan," ujar Iman seperti dikutip dari kanal Podcast Jaksapedia, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, klaim keberhasilan digitalisasi selama ini bersifat semu dan hanya indah di atas kertas laporan, sementara di lapangan, guru-guru merasa "berdarah-darah" untuk memenuhi standar administrasi digital yang kaku. Di sisi lain, P2G menyoroti bahwa uang negara sebesar Rp2,1 triliun yang diduga dikorupsi dalam proyek ini merupakan kehilangan kesempatan besar bagi perbaikan literasi nasional.
Iman mengingatkan bahwa skor literasi sains dan matematika anak-anak Indonesia kini sangat mengkhawatirkan, bahkan setara dengan negara yang sedang dilanda konflik perang. “Anak-anak di daerah 3T itu punya minat baca tinggi, tapi bukunya tidak ada. Mereka tidak butuh layar digital yang membuat mata sakit,” ujarnya.
Fenomena serupa terjadi di NTT. Di sana, para guru terpaksa mengajar di kandang kambing demi mendapatkan koneksi internet agar Chromebook yang dibagikan bisa berfungsi.
"Negara harusnya membantu kami dengan teknologi, bukan kami yang berkorban nyawa dan materi demi menghidupkan teknologi yang Anda paksakan," ujar Iman seperti dikutip dari kanal Podcast Jaksapedia, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, klaim keberhasilan digitalisasi selama ini bersifat semu dan hanya indah di atas kertas laporan, sementara di lapangan, guru-guru merasa "berdarah-darah" untuk memenuhi standar administrasi digital yang kaku. Di sisi lain, P2G menyoroti bahwa uang negara sebesar Rp2,1 triliun yang diduga dikorupsi dalam proyek ini merupakan kehilangan kesempatan besar bagi perbaikan literasi nasional.
Iman mengingatkan bahwa skor literasi sains dan matematika anak-anak Indonesia kini sangat mengkhawatirkan, bahkan setara dengan negara yang sedang dilanda konflik perang. “Anak-anak di daerah 3T itu punya minat baca tinggi, tapi bukunya tidak ada. Mereka tidak butuh layar digital yang membuat mata sakit,” ujarnya.
Lihat Juga :