Waisak 2570 BE Disemarakkan dengan Gerakan Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan
Jum'at, 08 Mei 2026 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
“Karena itu Mari kita kirakan bersama-sama secara serentak baik di rumah ibadah, baik di satuan pendidikan, baik di rumah. Semoga kita semua dapat berkontribusi dalam rangka menjaga dan melestarikan alam semesta sebagaimana ajaran kita, bahwa kita tidak dapat hidup sendiri, kita dengan alam semesta senantiasa berkaitan,” ajak Dirjen.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Triroso menyampaikan bahwa kegiatan umat Buddha yang hari ini dilaksanakan secara serentak merupakan sosialisasi dari gerakan ekoteologi yang pada hakikatnya secara nyata sudah tertuang dalam ajaran Buddha.
“Dan hari ini kita menyosialisasikan terkait juga ekoteologi, yaitu berkait dengan pelestarian lingkungan secara teologi, secara Buddhis, atau secara keyakinan lain. Berarti kita keyakinan secara Buddhis, tentu sebenarnya ekoteologi itu sudah ada di kita, di sutta-sutta juga sudah ada,” tutur Triroso, saat lakukan aksi bersih di Vihara Indraloka, Tangerang, Banten.
Sementara di tempat terpisah, Ketua Vihara Dhamma Metta Cikarang, Sukarya, mengucapkan terima kasih atas kedatangan para pegawai Ditjen Bimas Buddha yang telah bersama-sama melaksanakan Gerakan Ekoteologi dan fungsen, serta memberikan sejumlah alat kebersihan dan perlengkapan lainnya kepada vihara tersebut.
Secara umum kegiatan berbasis penguatan kepedulian terhadap lingkungan berbasis spiritualitas ini dilaksanakan serentak nasional dengan melibatkan OKB, serta berbagai elemen umat Buddha. ASN Ditjen Bimas Buddha sendiri, dalam gerakan serentak ini menebar aksi kebaikan pada sembilan titik lokasi yakni RIAB, Dhammasekha, serta vihara di kawasan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Triroso menyampaikan bahwa kegiatan umat Buddha yang hari ini dilaksanakan secara serentak merupakan sosialisasi dari gerakan ekoteologi yang pada hakikatnya secara nyata sudah tertuang dalam ajaran Buddha.
“Dan hari ini kita menyosialisasikan terkait juga ekoteologi, yaitu berkait dengan pelestarian lingkungan secara teologi, secara Buddhis, atau secara keyakinan lain. Berarti kita keyakinan secara Buddhis, tentu sebenarnya ekoteologi itu sudah ada di kita, di sutta-sutta juga sudah ada,” tutur Triroso, saat lakukan aksi bersih di Vihara Indraloka, Tangerang, Banten.
Sementara di tempat terpisah, Ketua Vihara Dhamma Metta Cikarang, Sukarya, mengucapkan terima kasih atas kedatangan para pegawai Ditjen Bimas Buddha yang telah bersama-sama melaksanakan Gerakan Ekoteologi dan fungsen, serta memberikan sejumlah alat kebersihan dan perlengkapan lainnya kepada vihara tersebut.
Secara umum kegiatan berbasis penguatan kepedulian terhadap lingkungan berbasis spiritualitas ini dilaksanakan serentak nasional dengan melibatkan OKB, serta berbagai elemen umat Buddha. ASN Ditjen Bimas Buddha sendiri, dalam gerakan serentak ini menebar aksi kebaikan pada sembilan titik lokasi yakni RIAB, Dhammasekha, serta vihara di kawasan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
(shf)
Lihat Juga :