Kesinambungan Melemahnya Rupiah: Kolonisasi Sistem dan Mental

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:33 WIB
loading...
Kesinambungan Melemahnya...
Ichsanuddin Noorsy. Foto/Tangkapan layar iNews
A A A
Ichsanuddin Noorsy

SALAH satu kajian terpenting sejak saya menjadi anggota DPR hingga saat ini adalah melemahnya nilai tukar rupiah (depresiasi) terhadap dolar AS yang berkesinambungan. Di era Orde Baru , kejatuhan itu diatasi dengan devaluasi.

Dari 1966 hingga 1997, Orba tujuh kali mendevaluasi rupiah. Terakhir kalinya saat Menkeu 1993-1998 Mar’ie Muhammad, namun dengan ungkapan kebijakan uang ketat (tight money policy), sebagai kelanjutan kebijakan Menkeu 1988-1993 JB Sumarlin.

"Image Pak Sumarlin tak dapat dilepaskan dari liberalisasi sektor keuangan, Gebrakan Pakto atau Gerakan Sumarlin," ungkap Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang diwawancara pada 2 Agustus 2023 di Gedung Kemenkeu.

Pernyataan Sri Mulyani justru menunjukkan, rupiah terus melemah karena Gebrakan Sumarlin. Di era Mar’ie Muhammad dan Sudrajat Djiwandono sebagai Gubernur BI rupiah dilepas ke pasar. Kaum penyanjung pasar bebas menyatakan, biarkan pasar yang menentukan.

Baca Juga: Rupiah Jeblok Tembus Lebih Rp17.400 per Dolar AS, Bos BI Cuma Senyum

Sebelumnya, pada 12 September 1986, pemerintah Indonesia melakukan devaluasi rupiah terhadap dolar AS sebesar 47%, dari Rp1.134 menjadi Rp1.664. Berbekal pengetahuan tujuh kali devaluasi itu, maka penting menghimpun data series melemahnya rupiah. Dengan data ini dibutuhkan guna konsistensi mengeritisi setiap konsep kebijakan dan regulasi yang datang dari IMF, Bank Dunia dan ADB. Mereka aktif mempropagandakan deregulasi dan debirokratisasi.

Dalam situasi dan kondisi begitu, alih-alih mengatasi kesalahan fundamental dan fungsional, rezim BJ Habibie malah melahirkan UU 23/1999 tentang Bank Indonesia yang memposisikan bank sentral sebagai independen. Juga UU 24/1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar. Dilengkapi dengan UU 10/1998 tentang Perubahan UU 7/1992 mengenai Perbankan, maka ketiga UU ini merupakan jantung pada sistem kapitalisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Rekomendasi
Terungkap di Liuzhou!...
Terungkap di Liuzhou! Ini 4 Mobil Baru Wuling yang Bakal Gempur Indonesia
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Berita Terkini
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Oleh Soleh Dukung Perpres...
Oleh Soleh Dukung Perpres 111/2025: LGBTQ Sudah Jadi Ancaman Nonmiliter
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved