Refly Harun: Pasti Erick Thohir Tidak Berani Mencopot Ahok
Minggu, 20 September 2020 - 07:00 WIB
loading...
Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun. Foto/youtube
A
A
A
JAKARTA - Ahli hukum tata negara Refly Harun mengamini apa yang diungkapkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal borok di Pertamina. Ahok mengungkapkan kerapnya direksi BUMN memotong kompas dengan melobi langsung orang kementerian, bahkan menteri BUMN sendiri. Sementara ada dewan komisaris yang berfungsi sebagai pengawas, tempat direksi berkonsultasi dan diskusi sering dilewati.
”Saya sendiri punya pengalaman, ya memang begitu,” kata Refly melalui video berjudul Duel Ahok vs Erick Tohir yang diunggah di akun Youtube, Sabtu (19/9/2020).
(Baca: Refly Harun: Banyak Kekacauan dalam Penanganan COVID-19)
Refly mengaku tidak terlalu yakin perseteruan Ahok dengan Erick Thohir bakal berlanjut. Tetapi dia mencurigai sosok Ahok memang dipasang untuk mengerem laju Erick Thohir. Sebab ada kesan selama ini tidak ada seorang pun di BUMN yang bisa membantah menterinya. ”Kalau berani membantah menteri, maka reshuffle,” ujar dia.
Menurut dia, hal inilah yang membuat direksi atau komisaris BUMN di Indonesia sangat susah bekerja secara profesional. Mereka sangat bergantung pada relasi kekuasaan. Siapa yang punya pegangan kekuasaan yang kuat bakal bertahan. Sebaliknya yang tidak kuat akan terlempar. ”Apa pun prestasi Anda, kalau tidak nyantol (dengan kekuasaan) maka Anda tidak akan bertahan,” katanya.
”Saya sendiri punya pengalaman, ya memang begitu,” kata Refly melalui video berjudul Duel Ahok vs Erick Tohir yang diunggah di akun Youtube, Sabtu (19/9/2020).
(Baca: Refly Harun: Banyak Kekacauan dalam Penanganan COVID-19)
Refly mengaku tidak terlalu yakin perseteruan Ahok dengan Erick Thohir bakal berlanjut. Tetapi dia mencurigai sosok Ahok memang dipasang untuk mengerem laju Erick Thohir. Sebab ada kesan selama ini tidak ada seorang pun di BUMN yang bisa membantah menterinya. ”Kalau berani membantah menteri, maka reshuffle,” ujar dia.
Menurut dia, hal inilah yang membuat direksi atau komisaris BUMN di Indonesia sangat susah bekerja secara profesional. Mereka sangat bergantung pada relasi kekuasaan. Siapa yang punya pegangan kekuasaan yang kuat bakal bertahan. Sebaliknya yang tidak kuat akan terlempar. ”Apa pun prestasi Anda, kalau tidak nyantol (dengan kekuasaan) maka Anda tidak akan bertahan,” katanya.
Lihat Juga :