7 Rekomendasi Fahira Idris untuk Transformasi Posyandu

Rabu, 29 April 2026 - 21:41 WIB
loading...
7 Rekomendasi Fahira...
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan tujuh rekomendasi untuk transformasi Posyandu agar perannya semakin kuat sebagai fondasi layanan kesehatan primer. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan tujuh rekomendasi untuk transformasi Posyandu agar perannya semakin kuat sebagai fondasi layanan kesehatan primer. Menurut Senator Jakarta ini, di tengah tantangan stunting, meningkatnya penyakit tidak menular, persoalan kesehatan ibu-anak, kesehatan jiwa, hingga penuaan penduduk, Posyandu justru semakin strategis karena menjadi simpul layanan yang paling dekat dengan masyarakat.

Hal ini disampaikan Fahira Idris dalam peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang mengusung fokus pada penguatan transformasi pelayanan Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan dasar sekaligus pemberdayaan masyarakat. “Kalau ingin transformasi kesehatan primer berhasil, maka Posyandu harus diperkuat. Karena di situlah titik temu negara dan warga dalam upaya promotif, preventif, deteksi dini, dan pemberdayaan yang paling nyata,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/4).

Aktivis perempuan dan perlindungan anak ini menilai Posyandu hari ini tidak lagi cukup dipahami hanya sebagai tempat timbang balita dan layanan ibu-anak, tetapi harus diposisikan sebagai pusat layanan berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia. Untuk itu, Fahira Idris menyampaikan tujuh rekomendasi transformasi Posyandu.

Baca juga: Momen Hangat Prabowo Nyanyi Lagu Nasional Bareng Siswa SMAN 1 Cilacap

Pertama, memperkuat transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal secara substantif, bukan administratif. Menurut Fahira Idris, perlu dipastikan perluasan fungsi Posyandu benar-benar terimplementasi sebagai pusat layanan dasar yang terintegrasi—mulai kesehatan, edukasi keluarga, perlindungan sosial, hingga penguatan ketahanan masyarakat di tingkat komunitas.

Kedua, meningkatkan kapasitas sekaligus kesejahteraan kader Posyandu sebagai ujung tombak transformasi. Fahira Idris menekankan kader perlu diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan teknologi, insentif yang lebih layak, dan afirmasi kebijakan karena beban tugas kader semakin kompleks dan strategis. “Transformasi tidak akan berjalan tanpa kader yang kuat. Kader adalah tulang punggung Posyandu,” tegas Fahira Idris.

Ketiga, mendorong Posyandu berbasis data dan digitalisasi layanan. Fahira Idris mendorong penguatan sistem digital untuk pencatatan tumbuh kembang, skrining risiko kesehatan, pemantauan gizi, hingga dashboard wilayah berbasis data agar intervensi lebih presisi, cepat, dan terukur.

Keempat, memperluas fungsi Posyandu sebagai pusat pencegahan dan deteksi dini persoalan kesehatan masyarakat. Posyandu harus semakin aktif dalam skrining hipertensi, diabetes, pencegahan stunting, edukasi gizi, kesehatan jiwa, hingga promosi gaya hidup sehat, sehingga tidak hanya berorientasi kuratif tetapi benar-benar menekan faktor risiko sejak awal.

Kelima, memperkuat integrasi Posyandu dengan Puskesmas, sekolah, pemerintah daerah, dan program lintas sektor. Transformasi Posyandu, lanjut Fahira Idris membutuhkan ekosistem kolaboratif agar pembinaan, rujukan layanan, logistik, dan tindak lanjut intervensi berjalan solid, bukan bekerja sendiri-sendiri.

Keenam, mendorong inovasi Posyandu yang adaptif sesuai kebutuhan lokal. Fahira Idris mendorong pengembangan model-model inovatif seperti Posyandu remaja, Posyandu lansia, Posyandu jiwa, hingga Posyandu berbasis ketahanan keluarga yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Posyandu harus hidup dan adaptif. Tidak bisa seragam untuk semua daerah,” ujar Fahira Idris.

Ketujuh, memastikan keberlanjutan pembiayaan dan menjadikan Posyandu sebagai investasi pembangunan manusia. Bagi Fahira Idris, penguatan Posyandu perlu didukung pendanaan berkelanjutan melalui APBD, dana desa, CSR, dan kemitraan multipihak, karena Posyandu bukan sekadar program kesehatan, tetapi fondasi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Jika tujuh rekomendasi ini dijalankan serius, Fahira Idris yakin, Posyandu dapat menjadi kekuatan strategis dalam menopang agenda Indonesia Emas 2045. “Transformasi Posyandu sejatinya bukan sekadar memperbaiki layanan dasar, tetapi membangun ketahanan masyarakat dari tingkat paling bawah. Karena kesehatan bangsa yang kuat selalu dimulai dari komunitas yang kuat,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Anggota DPD RI Muhammad...
Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah Soroti Jalan Rusak di Sidang Paripurna
Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
Demi Akselerasi Pembangunan...
Demi Akselerasi Pembangunan Daerah, Generasi Muda Ingin Peran DPD Menguat
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Berita Terkini
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved