Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Rabu, 29 April 2026 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
“Bismillah, inisya ALlah kami bersama tim yang ini sudah mempersiapkan cukup lama, karena proses yang kita siapkan sudah beberapa bulan yang sebelumnya, karena kita ada training-training dari puhak panitia, bagaimana menghadapi kondisi-kondisi ketika ada di laut maupun kondisi di redzone tadi. Jadi sudah ada pembekalan, spiritual dan jasmani sudah kita siapkan. Kita juga mohon doa dari keluarga dari masyarakat indonesia agar proses proses kami dimudahkan. karena tidak ada kekuatan dari doa-doa tadi,” katanya.
Sedangkan, Herman Budianto Sudarsono menyebut perjalanan ini jauh melampaui sekadar aksi solidaritas. Keberangkatan ini merupakan panggilan kemanusiaan, bagaimana melihat Gaza yang sampai sekarang masih mengalami genosida.
”Kita sebagai manusia memiliki jiwa dan pikiran tidak akan pernah rela, tidak akan pernah hidup kita merasa tenang melihat saudara-saudara kita seperti itu, apalagi dengan bantuan yang cukup sulit masuk melalui jalur darat maka harus dicari alternatif lainnya salah satunya lewat jalur laut. Mudah-mudahan lewat jalur laut ini walaupun risikonya besar mudah-mudahan bisa masuk bawa bantuan tersebut,” ucapnya.
Selain itu juga menguatkan isu bahwa dunia semakin tahu bahwa banyak yang mencintai Palestina dan multi ras dan multi agama. bahkan rombongan dari Eropa ini banyak dari non muslim jadi bagaimana bersama-sama dengan mereka tidak melihat dari sisi agama. tapi melihat dari sisi kemanusiaannya.
Asad Aras Muhammad yang kembali bergabung setelah pengalaman sebelumnya. “Kita berangkat kembali tahun ini sebagaimana tahun lalu di Tunisia. Semoga tahun ini kita berhasil menembus blokade gaza,” katanya.
Sedangkan, Herman Budianto Sudarsono menyebut perjalanan ini jauh melampaui sekadar aksi solidaritas. Keberangkatan ini merupakan panggilan kemanusiaan, bagaimana melihat Gaza yang sampai sekarang masih mengalami genosida.
”Kita sebagai manusia memiliki jiwa dan pikiran tidak akan pernah rela, tidak akan pernah hidup kita merasa tenang melihat saudara-saudara kita seperti itu, apalagi dengan bantuan yang cukup sulit masuk melalui jalur darat maka harus dicari alternatif lainnya salah satunya lewat jalur laut. Mudah-mudahan lewat jalur laut ini walaupun risikonya besar mudah-mudahan bisa masuk bawa bantuan tersebut,” ucapnya.
Selain itu juga menguatkan isu bahwa dunia semakin tahu bahwa banyak yang mencintai Palestina dan multi ras dan multi agama. bahkan rombongan dari Eropa ini banyak dari non muslim jadi bagaimana bersama-sama dengan mereka tidak melihat dari sisi agama. tapi melihat dari sisi kemanusiaannya.
Asad Aras Muhammad yang kembali bergabung setelah pengalaman sebelumnya. “Kita berangkat kembali tahun ini sebagaimana tahun lalu di Tunisia. Semoga tahun ini kita berhasil menembus blokade gaza,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :