Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki

Rabu, 29 April 2026 - 15:44 WIB
loading...
Gabung Misi Global Sumud...
Lima relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) resmi berangkat menuju Turki untuk bergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2026. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Lima relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) resmi berangkat menuju Turki untuk bergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2026. Kelima relawan tersebut yakni, Andi Angga Prasadewa, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto Sudarsono, Hendro Prasetyo, dan Asad Aras Muhammad.

Global Sumud Flotilla 2026sebuah konvoi laut sipil dari berbagai negara yang berupaya menembus blokade Gaza. Lebih dari 80 kapal akan terlibat dalam misi ini.

Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar perjalanan laut, tetapi simbol perlawanan sipil global terhadap krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai di Gaza—sebuah seruan moral yang menggema melintasi batas negara.

Dewan Pengarah GPCI Irvan Nugraha menegaskan partisipasi Indonesia bukan yang pertama. Sebelumnya, dua relawan juga sudah bergabung dalam misi kemanusiaan ini.

Baca juga: Aktivis Malaysia Dipaksa Minum Air Toilet saat Ditangkap Tentara Israel

“Sebelumnya Bu Maimon sebagai Steering Committe di GSF yang sudah berangkat terlebih dahulu bersama Chiki Fawzi, berarti sudah hampir 2 pekan bertugas di dalam Global Sumut Flotila II mulai dari Barcelona terus juga ke Italia. Sekarang kita memberangkatkan kembali perwakilan masyarakat Indonesia jalur Laut, jadi nanti akan bergabung dengan Bu Maimon dan Chiki yang sudah berlayar sebelumnya,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Dari Barcelona, perjalanan ini memang telah dimulai sejak 12 April. Armada kemudian bertemu kapal-kapal lain di Italia pada 26 April, sebelum bergerak menuju Yunani dan Turki yang merupakan titik konsolidasi akhir sebelum mendekati perairan Gaza.

Lihat video: 3 WNI ke Gaza Ikut Global Sumud Flotilla, Kedubes Tunisia Beri Pengawasan


Irvan menekankan, misi ini bukan tanpa risiko. Namun tujuan yang diusung jauh lebih besar yakni membuka koridor kemanusiaan. “Tujuan utama pelayaran ke zona merah ini adalah membuka koridor kemanusiaan agar bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza agar semakin terbuka,” ucapnya.

Irvan juga menjelaskan dukungan masyarakat Indonesia turut menggerakkan misi ini. Irvan menyebut ada tiga kapal yang membawa kontingen Indonesia ini yaitu hasil patungan dari masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui lembaga-lembaga yang tergabung dalam GPCI. “Selanjutnya, 5 Mei kita akan berangkatkan juga tim melalui jalur darat, rencana dimulai dari Libya ya,” tuturnya.

Salah seorang relawan, Andi Angga Prasadewa menyebut keberangkatannya sebagai dorongan yang tak bisa ditolak. “Dirinya merasa ketepanggolan kemanusiaan, bagian kita mendukung kebebasan palestina,” tuturnya

Namun Andi mengaku jujur tentang ketidakpastian yang menanti. “Persiapannya, mental, kita tidak tahu situasi yang akan terjadi, persiapan fisik, jalur laut jarang menggunakan kapal laut ”

Meski demikian, proses panjang telah mereka lalui. Pelatihan demi pelatihan dijalani, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

“Bismillah, inisya ALlah kami bersama tim yang ini sudah mempersiapkan cukup lama, karena proses yang kita siapkan sudah beberapa bulan yang sebelumnya, karena kita ada training-training dari puhak panitia, bagaimana menghadapi kondisi-kondisi ketika ada di laut maupun kondisi di redzone tadi. Jadi sudah ada pembekalan, spiritual dan jasmani sudah kita siapkan. Kita juga mohon doa dari keluarga dari masyarakat indonesia agar proses proses kami dimudahkan. karena tidak ada kekuatan dari doa-doa tadi,” katanya.

Sedangkan, Herman Budianto Sudarsono menyebut perjalanan ini jauh melampaui sekadar aksi solidaritas. Keberangkatan ini merupakan panggilan kemanusiaan, bagaimana melihat Gaza yang sampai sekarang masih mengalami genosida.

”Kita sebagai manusia memiliki jiwa dan pikiran tidak akan pernah rela, tidak akan pernah hidup kita merasa tenang melihat saudara-saudara kita seperti itu, apalagi dengan bantuan yang cukup sulit masuk melalui jalur darat maka harus dicari alternatif lainnya salah satunya lewat jalur laut. Mudah-mudahan lewat jalur laut ini walaupun risikonya besar mudah-mudahan bisa masuk bawa bantuan tersebut,” ucapnya.

Selain itu juga menguatkan isu bahwa dunia semakin tahu bahwa banyak yang mencintai Palestina dan multi ras dan multi agama. bahkan rombongan dari Eropa ini banyak dari non muslim jadi bagaimana bersama-sama dengan mereka tidak melihat dari sisi agama. tapi melihat dari sisi kemanusiaannya.

Asad Aras Muhammad yang kembali bergabung setelah pengalaman sebelumnya. “Kita berangkat kembali tahun ini sebagaimana tahun lalu di Tunisia. Semoga tahun ini kita berhasil menembus blokade gaza,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
9 WNI yang Ditahan Israel...
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Minggu Sore Ini
2 WNI Akui Dapat Kekerasan...
2 WNI Akui Dapat Kekerasan Fisik saat Ditahan Israel, Diinjak, Ditendang, hingga Disetrum
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Rekomendasi
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
5 Fakta Timnas Spanyol...
5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Konspirasi Loloskan...
Konspirasi Loloskan Negara Timur Tengah ke Piala Dunia 2026 Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved