Antisipasi Karhutla dan Banjir, Kementerian LHK Upayakan Solusi Permanen

Sabtu, 19 September 2020 - 17:36 WIB
loading...
Antisipasi Karhutla...
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, membahas prediksi, evaluasi cuaca dan iklim untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla dan banjir. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya membahas prediksi, evaluasi cuaca dan iklim untuk antisipasi Karhutla dan banjir di Indonesia bersama-sama dengan Kepala BNPB, BMKG, BPPT, BRG, dan ahli Klimatologi serta pejabat eselon I lintas kementerian/lembaga.

(Baca juga: Banjir Kembali Terjadi di Melawi, 1 Warga Meninggal Dunia)

"Hingga saat ini semua pihak masih melaksanakan kerja lapangan yang terbaik bagi segenap rakyat Indonesia," ujar Menteri Siti Nurbaya saat memimpin rapat prediksi, evaluasi cuaca dan iklim untuk antisipasi Karhutla dan banjir di Indonesia, di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

(Baca juga: Tren Karhutla Turun, Pemerintah Ajak Semua Pihak Tetap Waspada)

Dari rekomendasi BMKG, Indonesia masih harus terus mewaspadai anomali cuaca. Tantangan yang dihadapi adalah luasnya wilayah, dan berbagai persoalan dinamis di tiap daerah yang berbeda-beda dengan variabilitas cuaca atau micro-climate yang juga dapat berbeda antarwilayah.

Contohnya, bila tahun lalu pada periode ini kita berhadapan dengan ancaman karhutla, maka tahun ini beberapa wilayah dilaporkan sedang terjadi banjir. Ini semua harus bersama-sama dicermati dan antisipasi.

"Khusus untuk Karhutla, terus diikuti perkembangan hotspot setiap hari. Evaluasi laporan dari lapangan dipantau setiap pagi dan malam. Ini juga penting untuk melihat efektifitas kerja pengendalian Karhutla, terutama di masa pandemi," ujar Menteri Siti.

Pada saat ini tercatat jumlah hotspots sebanyak 1.651 dari Januari - September saat ini dan tahun 2019 pada periode yang sama tercatat 18.333 hotspots, atau terjadi penurunan hotspots sebanyak 91 %.

Ada beberapa catatan penting dari diskusi teknis yakti bahwa hingga Oktober, kerja tekhnologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membasahi gambut, mengisi kanal dan embung, tetap akan dilakukan.

"TMC untuk wilayah Riau, Jambi dan Sumsel dan diproyeksikan sudah akan dapat dihentikan pada Akhir Oktober. Kemudian pada November akan diintensifkan untuk Kalsel dan Kaltim. Sementara itu secara khusus berdasarkan cuaca, perlu dipantau cuaca sampai dengan Desember untuk Aceh-Sumut," ujar Menteri Siti Nurbaya saat menyimpulkan rapat teknis setelah mencermati laporan kondisi iklim September 2020 hingga Februari 2021 dari Kepala BMKG Prof Dwikorita.

Untuk keperluan pencegahan permanen, sudah dilakukan uji coba modifikasi cuaca tahun ini sejak Februari 2020 di Riau. Telah berhasil diatasi fase krisis pertama di Riau, maka pada Mei Juni dilakukan uji coba modifikasi cuaca di Jambi dan Sumsel serta Riau dan dilanjutkan ke Kalbar pada bulan Agustus.

Dari kerja teknis tersebut lanjut Menteri Siti, maka perlu dilakukan kajian empirik dari seluruh peristiwa sejak tahun 2015 hingga sekarang. Riset penting dari kerja pengendalian yang telah dilakukan lima tahun terakhir perlu mulai dilakukan sehingga nantinya bisa ada satu pedoman bersama untuk pengendalian karhutla yang permanen.

Di antara riset tersebut seperti reaksi dan perilaku awan, riset gambut dan teknik water management dan water ballance, riset perilaku kubah gambut dan berbagai riset pendukung lainnya. Menurut Siti Nurbaya, penting juga langkah Pelembagaan data BMKG bagi seluruh daerah, dengan diseminasi kepada Pemda secara bersama BMKG,BNPB dan Kementerian LHK.

"Hal ini penting agar Pemda dapat menggunakan data BMKG untuk mitigasi bencana, terutama untuk prediksi daerah rawan banjir dan upaya pengendalian karhutla," tegasnya.

Menteri LHK juga menegaskan, masih ada tugas berat yaitu berkaitan dengan kegiatan pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) ; dan untuk itu juga akan semakin diintensifkan melibatkan lintas Kementerian/Lembaga, tentunya dengan keterlibatan masyarakat.

"Sebagai catatan tambahan, berbagai upaya pengendalian karhutla di Indonesia sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Meski tantangan lapangan masih besar, namun mulai terpola dan akan terus dimatangkan di tengah tantangan yang sama sedang dihadapi berbagai negara di dunia," jelasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Perangkap Kerugian Lingkungan...
Perangkap Kerugian Lingkungan dan Ancaman Ketidakpastian Hukum bagi Investasi Indonesia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Pengendalian Kebakaran...
Pengendalian Kebakaran Gambut, Wamenhut Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi ASEAN
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Rekomendasi
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved