Antisipasi Karhutla dan Banjir, Kementerian LHK Upayakan Solusi Permanen
Sabtu, 19 September 2020 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
"Khusus untuk Karhutla, terus diikuti perkembangan hotspot setiap hari. Evaluasi laporan dari lapangan dipantau setiap pagi dan malam. Ini juga penting untuk melihat efektifitas kerja pengendalian Karhutla, terutama di masa pandemi," ujar Menteri Siti.
Pada saat ini tercatat jumlah hotspots sebanyak 1.651 dari Januari - September saat ini dan tahun 2019 pada periode yang sama tercatat 18.333 hotspots, atau terjadi penurunan hotspots sebanyak 91 %.
Ada beberapa catatan penting dari diskusi teknis yakti bahwa hingga Oktober, kerja tekhnologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membasahi gambut, mengisi kanal dan embung, tetap akan dilakukan.
"TMC untuk wilayah Riau, Jambi dan Sumsel dan diproyeksikan sudah akan dapat dihentikan pada Akhir Oktober. Kemudian pada November akan diintensifkan untuk Kalsel dan Kaltim. Sementara itu secara khusus berdasarkan cuaca, perlu dipantau cuaca sampai dengan Desember untuk Aceh-Sumut," ujar Menteri Siti Nurbaya saat menyimpulkan rapat teknis setelah mencermati laporan kondisi iklim September 2020 hingga Februari 2021 dari Kepala BMKG Prof Dwikorita.
Untuk keperluan pencegahan permanen, sudah dilakukan uji coba modifikasi cuaca tahun ini sejak Februari 2020 di Riau. Telah berhasil diatasi fase krisis pertama di Riau, maka pada Mei Juni dilakukan uji coba modifikasi cuaca di Jambi dan Sumsel serta Riau dan dilanjutkan ke Kalbar pada bulan Agustus.
Dari kerja teknis tersebut lanjut Menteri Siti, maka perlu dilakukan kajian empirik dari seluruh peristiwa sejak tahun 2015 hingga sekarang. Riset penting dari kerja pengendalian yang telah dilakukan lima tahun terakhir perlu mulai dilakukan sehingga nantinya bisa ada satu pedoman bersama untuk pengendalian karhutla yang permanen.
Pada saat ini tercatat jumlah hotspots sebanyak 1.651 dari Januari - September saat ini dan tahun 2019 pada periode yang sama tercatat 18.333 hotspots, atau terjadi penurunan hotspots sebanyak 91 %.
Ada beberapa catatan penting dari diskusi teknis yakti bahwa hingga Oktober, kerja tekhnologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membasahi gambut, mengisi kanal dan embung, tetap akan dilakukan.
"TMC untuk wilayah Riau, Jambi dan Sumsel dan diproyeksikan sudah akan dapat dihentikan pada Akhir Oktober. Kemudian pada November akan diintensifkan untuk Kalsel dan Kaltim. Sementara itu secara khusus berdasarkan cuaca, perlu dipantau cuaca sampai dengan Desember untuk Aceh-Sumut," ujar Menteri Siti Nurbaya saat menyimpulkan rapat teknis setelah mencermati laporan kondisi iklim September 2020 hingga Februari 2021 dari Kepala BMKG Prof Dwikorita.
Untuk keperluan pencegahan permanen, sudah dilakukan uji coba modifikasi cuaca tahun ini sejak Februari 2020 di Riau. Telah berhasil diatasi fase krisis pertama di Riau, maka pada Mei Juni dilakukan uji coba modifikasi cuaca di Jambi dan Sumsel serta Riau dan dilanjutkan ke Kalbar pada bulan Agustus.
Dari kerja teknis tersebut lanjut Menteri Siti, maka perlu dilakukan kajian empirik dari seluruh peristiwa sejak tahun 2015 hingga sekarang. Riset penting dari kerja pengendalian yang telah dilakukan lima tahun terakhir perlu mulai dilakukan sehingga nantinya bisa ada satu pedoman bersama untuk pengendalian karhutla yang permanen.
Lihat Juga :