Rekalibrasi Spiritual untuk Wujudkan Dunia yang Lebih Baik
Jum'at, 24 April 2026 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
“Hal ini selaras dengan komitmen bangsa Indonesia dan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Hal tersebut juga selaras dengan misi manusia diciptakan Allah SWT, agar menjadi rahmat bagi semesta alam,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Gus Imam Pituduh menjelaskan bahwa pendekatan “Spiritual and Natural Lifestyle” selain sebagai solusi atas krisis global, keberadaannya diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung (connecting bridge) bagi semangat persaudaraan sebagai sesama manusia, yang selama ini telah terkotak kotak dalam berbagai bentuk perbedaan dan konflik kepentingan.
“Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi jalan alternatif dan sekaligus sebagai jalan keluar(alternative and exit way) dari semua pendekatan yang telah ada, dalam bentuk yang lebih genuine dan lebih solutif, serta tidak terjebak dalam blok-blok peradaban tertentu,” ujar Gus Imam Pituduh.
Masih dalam penjelasannya, Kang Imam Pituduh yang juga founder Yayasan Inti Trust Fund ini menyampaikan bahwa gagasan tersebut tidak hanya sekadar teori belaka, tetapi telah tumbuh dan berkembang dalam realitas hidup dan kehidupan masyarakat Asia dan akan terus menerus digaungkan ke seluruh penjuru dunia. “Praktik-praktik ini nyata dan telah eksis di Asia, khususnya pada isu kesehatan yang mengetengahkan pendekatan ‘Spiritual and Natural Medicine’ dan pada issu pertanian yang menyuguhkan pendekatan “Spiritual and Natural Farming,” ungkapnya.
Formulasi pendekatan dan gerakan spiritual dan natural pada isu kesehatan dan pertanian sangatlah penting dan mendesak, mengingat pangan dan kesehatan adalah pilar kemanusiaan dan perdamaian dunia. “LPOI dan Inti Trust Fund akan terus beriktiar menggandeng semua pihak untuk bekerjasama dalam mewujudkan misi kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tovic Rustam Founder Sakuranesia menjelaskan bahwa kegiatan yang dijalankan bersama LPOI adalah langkah awal untuk membangun kesadaran global dan dimulai dari Jepang, karena sakuranesia berbasis di Jepang dan di Indonesia. Sakuranesia berkomitmen mendukung kemanusiaan dan perdamaian dunia. Kerja sama dengan LPOI dan kaum agamawan adalah pintu gerbang utama bagi usaha untuk membumikan nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan kehidupan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Delegasi Indonesia, DR. Sofwan Imam Yahya Pimpinan Pesantren Al Tsaqofah, KH. Arifin Junaidi Ketua Umum HISMINU, Nyai Hajah Nur Hayati Muslimat NU, Sakura Tomomi Pimpinan Sakuranesia, Para Pimpinan Perhimpuan Pelajar Indonesia-Jepang (PPI Jepang), Pimpinan dan Anggota Kuil Miidera, Tenma Hospital Group, Para Profesor dan Guru Besar Perguruan tinggi di Jepang, Mantan Dubes Jepang untuk Indonesia, dan Para Pimpinan Korporasi di Jepang, serta Pimpinan Lembaga Sosial Jepang lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Gus Imam Pituduh menjelaskan bahwa pendekatan “Spiritual and Natural Lifestyle” selain sebagai solusi atas krisis global, keberadaannya diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung (connecting bridge) bagi semangat persaudaraan sebagai sesama manusia, yang selama ini telah terkotak kotak dalam berbagai bentuk perbedaan dan konflik kepentingan.
“Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi jalan alternatif dan sekaligus sebagai jalan keluar(alternative and exit way) dari semua pendekatan yang telah ada, dalam bentuk yang lebih genuine dan lebih solutif, serta tidak terjebak dalam blok-blok peradaban tertentu,” ujar Gus Imam Pituduh.
Masih dalam penjelasannya, Kang Imam Pituduh yang juga founder Yayasan Inti Trust Fund ini menyampaikan bahwa gagasan tersebut tidak hanya sekadar teori belaka, tetapi telah tumbuh dan berkembang dalam realitas hidup dan kehidupan masyarakat Asia dan akan terus menerus digaungkan ke seluruh penjuru dunia. “Praktik-praktik ini nyata dan telah eksis di Asia, khususnya pada isu kesehatan yang mengetengahkan pendekatan ‘Spiritual and Natural Medicine’ dan pada issu pertanian yang menyuguhkan pendekatan “Spiritual and Natural Farming,” ungkapnya.
Formulasi pendekatan dan gerakan spiritual dan natural pada isu kesehatan dan pertanian sangatlah penting dan mendesak, mengingat pangan dan kesehatan adalah pilar kemanusiaan dan perdamaian dunia. “LPOI dan Inti Trust Fund akan terus beriktiar menggandeng semua pihak untuk bekerjasama dalam mewujudkan misi kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tovic Rustam Founder Sakuranesia menjelaskan bahwa kegiatan yang dijalankan bersama LPOI adalah langkah awal untuk membangun kesadaran global dan dimulai dari Jepang, karena sakuranesia berbasis di Jepang dan di Indonesia. Sakuranesia berkomitmen mendukung kemanusiaan dan perdamaian dunia. Kerja sama dengan LPOI dan kaum agamawan adalah pintu gerbang utama bagi usaha untuk membumikan nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan kehidupan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Delegasi Indonesia, DR. Sofwan Imam Yahya Pimpinan Pesantren Al Tsaqofah, KH. Arifin Junaidi Ketua Umum HISMINU, Nyai Hajah Nur Hayati Muslimat NU, Sakura Tomomi Pimpinan Sakuranesia, Para Pimpinan Perhimpuan Pelajar Indonesia-Jepang (PPI Jepang), Pimpinan dan Anggota Kuil Miidera, Tenma Hospital Group, Para Profesor dan Guru Besar Perguruan tinggi di Jepang, Mantan Dubes Jepang untuk Indonesia, dan Para Pimpinan Korporasi di Jepang, serta Pimpinan Lembaga Sosial Jepang lainnya.
(rca)
Lihat Juga :