Geopolitik Memanas, Pembentukan Kabinet Perang Dinilai Penting

Selasa, 21 April 2026 - 07:49 WIB
loading...
Geopolitik Memanas,...
Analis militer dan pertahanan Selamat Ginting menyarankan Presiden Prabowo Subianto membuat Kabinet Perang untuk menghadapi geopolitik global yang semakin memanas. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto disarankan membuat Kabinet Perang. Hal itu sebagai bentuk respons atas meningkatkan eskalasi geopolitik dunia belakangan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Analis Militer dan Pertahanan dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting di Podcas SindoNews To The Po!n Aja.

“Sekarang geopolitik sudah berubah setelah Amerika dan Israel menyerang Iran maka betul-betul sekarang multipolar. Artinya, Amerika dan Israel di satu sisi kemudian Rusia, China, dan Iran di sisi yang lain. Ada juga Eropa,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Iran Siap Perang Lagi Melawan AS-Israel: Kami Akan Tunjukkan 'Kartu Baru' di Medan Perang!

Menyikapi konteks geopolitik global ini, kata Selamat, perlu dicermati di mana posisi Indonesia berada. Situasi sekarang ini hampir sama ketika Indonesia akan merebut Irian Barat yang kini bernama Papua pada 1961-1963. Saat itu, perang dingin antara blok liberalis barat dan blok komunis timur.

“Saat ini sudah berhadap-hadapan antara Amerika dan China di Indo Pasifik, Laut China Selatan (LCS). Ingat sembilan garis putus putus itu, China mengklaim itu wilayahnya. Untuk menghadapi China apakah militer Indonesia sanggup? Enggak akan sanggup,” ucapnya.

“Di sisi lain pasukan Amerika sudah di Darwin dan perbatasan Papua Nugini. Apakah kita sanggup menghadapi Amerika? Nonsense dari sisi persenjataan. Karena itu, keuntungan politik bebas aktif Indonesia dan juga negara Non Blok, kita bisa kerja sama dengan semuanya tapi bukan dalam aliansi pakta militer,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Rekomendasi
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan ‘Persija Ale’
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Berita Terkini
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved