Wamenkomdigi Tinjau MBG Swasta, Teknologi Kawal Makanan Aman dari UMKM ke Sekolah
Senin, 20 April 2026 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Program ini juga telah dilaporkan dan dikunjungi oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Gubernur Banten, serta sejumlah kepala daerah dan pejabat kementerian terkait lainnya.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Grab–OVO menghadirkan Command Center MBG, sebuah pusat pemantauan berbasis AI yang berfungsi untuk memastikan keamanan pangan dan konsistensi standar operasional. Melalui Command Center ini, tim memantau proses penyediaan makanan secara real-time, mulai dari dapur mitra UMKM hingga makanan diterima oleh sekolah.
Pendekatan ini memungkinkan potensi risiko teridentifikasi lebih dini, sekaligus mendukung respons yang cepat dan terukur. Nezar Patria mengatakan pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara nyata.
"Dalam program seperti MBG, teknologi berperan penting bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, keamanan proses, serta mitigasi risiko secara lebih dini," ujarnya dalam siaran persnya, Senin (20/4/2026).
Dia menuturkan dari peninjauan di sekolah, mitra UMKM, hingga Command Center MBG, terlihat bahwa transformasi digital dapat mendukung tata kelola program yang lebih terukur, transparan, dan terpercaya. Pengawasan manual memiliki keterbatasan dalam menangkap dinamika operasional di lapangan.
Melalui pemanfaatan teknologi dan pemantauan terpusat, program ini menghadirkan standar keamanan pangan yang lebih konsisten dan transparan. Dengan memanfaatkan ekosistem digital Grab–OVO, termasuk sistem monitoring, audit fisik, serta pemantauan terpusat melalui Command Center, program ini memperkuat tata kelola dan standar keamanan makanan secara menyeluruh.
Sementara Tirza Munusamy selaku Chief of Public Affairs, Grab Indonesia, mengatakan bagi mereka keamanan pangan bukan sekadar standar, tetapi soal tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Grab–OVO menghadirkan Command Center MBG, sebuah pusat pemantauan berbasis AI yang berfungsi untuk memastikan keamanan pangan dan konsistensi standar operasional. Melalui Command Center ini, tim memantau proses penyediaan makanan secara real-time, mulai dari dapur mitra UMKM hingga makanan diterima oleh sekolah.
Pendekatan ini memungkinkan potensi risiko teridentifikasi lebih dini, sekaligus mendukung respons yang cepat dan terukur. Nezar Patria mengatakan pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara nyata.
"Dalam program seperti MBG, teknologi berperan penting bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, keamanan proses, serta mitigasi risiko secara lebih dini," ujarnya dalam siaran persnya, Senin (20/4/2026).
Dia menuturkan dari peninjauan di sekolah, mitra UMKM, hingga Command Center MBG, terlihat bahwa transformasi digital dapat mendukung tata kelola program yang lebih terukur, transparan, dan terpercaya. Pengawasan manual memiliki keterbatasan dalam menangkap dinamika operasional di lapangan.
Melalui pemanfaatan teknologi dan pemantauan terpusat, program ini menghadirkan standar keamanan pangan yang lebih konsisten dan transparan. Dengan memanfaatkan ekosistem digital Grab–OVO, termasuk sistem monitoring, audit fisik, serta pemantauan terpusat melalui Command Center, program ini memperkuat tata kelola dan standar keamanan makanan secara menyeluruh.
Sementara Tirza Munusamy selaku Chief of Public Affairs, Grab Indonesia, mengatakan bagi mereka keamanan pangan bukan sekadar standar, tetapi soal tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak.
Lihat Juga :