Harapan Baru di Balik Tembok Lapas, Mengubah Warga Binaan Menjadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan
Senin, 20 April 2026 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Di Pulau Nusakambangan, program ketahanan pangan dilaksanakan secara masif dan terintegrasi. Pada sektor perikanan, lahan dimanfaatkan untuk budidaya kolam produktif yang mencakup 400 kolam sidat, sistem bioflok, serta tambak dengan sekitar 9 juta benih udang.
Di sektor peternakan, pengembangan dilakukan secara berkelanjutan dengan populasi mencapai 5.000 ayam petelur, 5.000 ayam KUB, 57 ekor sapi, dan 4 ekor kerbau.
Sementara itu, di sektor pertanian dan perkebunan, warga binaan mengelola berbagai komoditas unggulan seperti padi lokal, sayur-mayur, buah-buahan, hingga pengolahan kelapa secara hilirisasi.
Pada sektor industri, pelatihan kerja terus diperkuat melalui balai latihan kerja, termasuk inovasi pengolahan limbah fly ash dan bottom ash menjadi produk beton bernilai guna.
Pengembangan serupa juga dilakukan di Lapas Terbuka Kendal yang memanfaatkan lahan seluas 68 hektare. Program ketahanan pangan di lokasi ini dijalankan langsung oleh warga binaan melalui berbagai sektor.
Di sektor peternakan, pengembangan dilakukan secara berkelanjutan dengan populasi mencapai 5.000 ayam petelur, 5.000 ayam KUB, 57 ekor sapi, dan 4 ekor kerbau.
Sementara itu, di sektor pertanian dan perkebunan, warga binaan mengelola berbagai komoditas unggulan seperti padi lokal, sayur-mayur, buah-buahan, hingga pengolahan kelapa secara hilirisasi.
Pada sektor industri, pelatihan kerja terus diperkuat melalui balai latihan kerja, termasuk inovasi pengolahan limbah fly ash dan bottom ash menjadi produk beton bernilai guna.
Pengembangan serupa juga dilakukan di Lapas Terbuka Kendal yang memanfaatkan lahan seluas 68 hektare. Program ketahanan pangan di lokasi ini dijalankan langsung oleh warga binaan melalui berbagai sektor.
Lihat Juga :