Sambut Hari Kartini, Rustini Muhaimin Serukan Penguatan Pendidikan Karakter Keluarga
Minggu, 19 April 2026 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Namun hari ini, anak-anak tumbuh tanpa pendampingan yang utuh, komunikasi melemah, dan nilai-nilai luhur mulai terkikis,” tegas Rustini.
Melalui gerakan Return to Family, ia mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter. “Ini bukan langkah mundur, tetapi upaya menguatkan akar. Keluarga adalah sekolah pertama, ibu adalah madrasah utama, dan ayah adalah pilar yang tak tergantikan. Ketika rumah kuat, bangsa akan berdiri kokoh,” tambahnya.
Rustini juga mengingatkan bahwa pengasuhan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. “Mari hadirkan kembali kehangatan dalam keluarga, kurangi jarak yang diciptakan oleh layar, dan perkuat komunikasi serta kasih sayang dalam rumah kita,” serunya.
Ia turut mendorong para pemangku kebijakan untuk menghadirkan regulasi yang berpihak pada keluarga, melindungi anak, serta memperkuat peran perempuan dalam pengasuhan.
Sementara itu, Pembina DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur, Lilik Halim Iskandar, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas keluarga dan bangsa. “Perempuan karier bukan hanya sukses dalam pekerjaan, tetapi juga sukses mendidik anak-anak dengan baik. Karena perempuan adalah tiang keluarga. Jika tiangnya kuat, maka keluarga akan kuat, dan bangsa juga akan kuat,” ujarnya.
Melalui gerakan Return to Family, ia mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter. “Ini bukan langkah mundur, tetapi upaya menguatkan akar. Keluarga adalah sekolah pertama, ibu adalah madrasah utama, dan ayah adalah pilar yang tak tergantikan. Ketika rumah kuat, bangsa akan berdiri kokoh,” tambahnya.
Rustini juga mengingatkan bahwa pengasuhan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. “Mari hadirkan kembali kehangatan dalam keluarga, kurangi jarak yang diciptakan oleh layar, dan perkuat komunikasi serta kasih sayang dalam rumah kita,” serunya.
Ia turut mendorong para pemangku kebijakan untuk menghadirkan regulasi yang berpihak pada keluarga, melindungi anak, serta memperkuat peran perempuan dalam pengasuhan.
Sementara itu, Pembina DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur, Lilik Halim Iskandar, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas keluarga dan bangsa. “Perempuan karier bukan hanya sukses dalam pekerjaan, tetapi juga sukses mendidik anak-anak dengan baik. Karena perempuan adalah tiang keluarga. Jika tiangnya kuat, maka keluarga akan kuat, dan bangsa juga akan kuat,” ujarnya.
Lihat Juga :