Kolaborasi UICI-KP2MI Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran
Jum'at, 17 April 2026 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan, keterlibatan UICI dalam kerja sama ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya pekerja migran, agar lebih kompeten dan mampu bersaing di tingkat global.
Selain MoU antara UICI dan Kementerian P2MI, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan 11 MoU dan 6 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai perguruan tinggi mitra lainnya. Hal ini menunjukan komitmen kuat pemerintah dalam menggandeng dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja migran Indonesia.
Dia mengungkapkan, pemerintah tengah membangun ekosistem pekerja migran yang komprehensif, mulai dari penyiapan sumber daya manusia, proses penempatan, hingga pemberdayaan. Dalam hal ini, perguruan tinggi dinilai memiliki peran krusial dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Mukhtarudin juga menegaskan bahwa kementeriannya berperan sebagai regulator dan fasilitator yang menjembatani kebutuhan dunia kerja internasional dengan kapasitas lembaga pendidikan. “KP2MI tidak memiliki instrumen untuk mencetak tenaga kerja terampil, sementara perguruan tinggi memiliki kapasitas tersebut. Kami akan memastikan adanya link and match antara kebutuhan global dengan kompetensi yang disiapkan oleh perguruan tinggi,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kolaborasi ini, UICI diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai kampus digital yang mampu menjangkau pekerja migran Indonesia di berbagai negara, sekaligus mendukung terwujudnya tenaga kerja migran yang lebih terampil, adaptif, dan berdaya saing global.
Selain MoU antara UICI dan Kementerian P2MI, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan 11 MoU dan 6 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai perguruan tinggi mitra lainnya. Hal ini menunjukan komitmen kuat pemerintah dalam menggandeng dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja migran Indonesia.
Dia mengungkapkan, pemerintah tengah membangun ekosistem pekerja migran yang komprehensif, mulai dari penyiapan sumber daya manusia, proses penempatan, hingga pemberdayaan. Dalam hal ini, perguruan tinggi dinilai memiliki peran krusial dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Mukhtarudin juga menegaskan bahwa kementeriannya berperan sebagai regulator dan fasilitator yang menjembatani kebutuhan dunia kerja internasional dengan kapasitas lembaga pendidikan. “KP2MI tidak memiliki instrumen untuk mencetak tenaga kerja terampil, sementara perguruan tinggi memiliki kapasitas tersebut. Kami akan memastikan adanya link and match antara kebutuhan global dengan kompetensi yang disiapkan oleh perguruan tinggi,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kolaborasi ini, UICI diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai kampus digital yang mampu menjangkau pekerja migran Indonesia di berbagai negara, sekaligus mendukung terwujudnya tenaga kerja migran yang lebih terampil, adaptif, dan berdaya saing global.
(rca)
Lihat Juga :